Sumber: dokumentasi panitia festival syariah 9
Japara - Di era disrupsi informasi, kita
harus berhati-hati dalam menelaah informasi karena itu merupakan sebuah
tantangan bagi kita, karena banyak orang menganggap bahwa apapun yang
ditampilkan di media merupakan sesuatu yang benar. Teknologi sedang merusak
otak kita, karena kita sudah terpengaruh dengan pola hidup yang praktis.
Begitulah pesan dari Bapak Hadi
Priyono selaku jurnalis senior Suara Baru pada Seminar Jurnalistik yang digelar
oleh LPM Bursa pada sabtu, 13 juni 2026 dengan Tema Merangkai Cerita,
Menyuarakan Karya: Menghidupkan Jurnalisme dalam Nada dan Berita. Beliau juga
Dalam jurnalisme audio dan
podcast, pembuatan suatu podcast yang baik sangat diperlukan agar tidak
menyesatkan banyak orang. Menurut Bapak Hadi Priyanto, kita harus dapat
mempertanggungjawabkan apa yang kita sajikan.
Sumber: dokumentasi panitia festival syariah 9
Ibu Nasya Ahmad selaku penyiar Radio Kartini menambahkan, bahwa paketan sebuah berita bukan hanya kalimat nya saja yang menarik, namun diperlukan kemasan, dinamika yang nyaman dan menarik untuk didengar, sehingga dapat menarik para pendengar.
Jurnalistik lahir dalam peradaban manusia karena informasi merupakan sebuah kebutuhan. Melalui jurnalisme podcast dan audio, kita dapat menyampaikan informasi secara interaktif, naratif, dan sangat mudah diakses, tentunya dengan tetap memperhatikan tutur kata yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena suara jurnalis dapat mengangkat ataupun menjatuhkan seseorang, jadi pilihlah mana yang baik.
Di akhir sesi, disampaikan bahwa ketika kita akan menekuni sebuah kegiatan, maka kita harus betul-betul memahami apa yang akan dilakukan. Carilah sumber-sumber yang kredibel, jangan sampai termakan mentah-mentah sumber-sumber yang beredar secara daring.


0 Comments