LPM Burs@- Jepara, Sabtu 23 November 2025 Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) yang diselenggarakan oleh LPM Burs@, bertempat di Gedung Shima. Kegiatan ini mengusung tema “Berani Menulis, Berani Bicara: Fondasi Jurnalis untuk Pemula”, sebagai langkah awal dalam menumbuhkan semangat dan kemampuan jurnalistik bagi peserta yang terdiri dari mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum serta anggota organisasi mahasiswa lainnya.
Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua Panitia, Jesen Ardiansyah, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menjadi media pembelajaran dan ruang praktik bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan kemampuan dalam dunia jurnalistik. Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Gubernur BEM FSH, Nur Cahyo Muhammad Agus Salam, yang menegaskan pentingnya keberanian dalam menyampaikan informasi secara santun dan bertanggung jawab.
Sambutan terakhir disampaikan oleh Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, Dr. Wahidullah, S.H.I., M.H, yang secara resmi membuka kegiatan PJTD. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kemampuan jurnalistik sangat relevan bagi mahasiswa hukum, karena berkaitan erat dengan penyampaian fakta, argumentasi, serta kemampuan komunikasi yang profesional.
Materi pertama disampaikan oleh Bapak Muhammad Ali Burhan, S.H dengan tema Pengenalan Jurnalis. Beliau memaparkan dasar-dasar profesi jurnalistik, termasuk kode etik, jenis-jenis liputan, serta pentingnya akurasi dan objektivitas dalam menulis sebuah berita. Peserta terlihat antusias karena materi disampaikan secara interaktif dan mudah dipahami.
Materi kedua dilanjutkan oleh Ibu Septiana Nafiyanti, M.Pd dengan tema Penulisan Berita. Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan struktur penulisan berita menggunakan formula 5W + 1H, teknik lead atau pembuka berita, serta kesalahan umum yang sering dilakukan oleh penulis pemula. Peserta juga diberi kesempatan untuk mempraktikkan penulisan cepat melalui latihan singkat dalam sesi tersebut.
Sesi ketiga dipandu oleh Kak Muhammad Maulana, S.H dengan tema Tata Cara Menjadi Reporter. Dalam penyampaiannya, beliau tidak hanya memberikan teori, tetapi juga langsung mengajak peserta untuk praktik menjadi reporter. Peserta diminta melakukan simulasi wawancara dan laporan langsung di depan kelas, sehingga suasana pelatihan semakin hidup dan penuh pengalaman nyata.
Sebagai penutup, seluruh peserta diberi tugas untuk membuat video praktik menjadi reporter dengan tema bebas. Tugas ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana pemahaman peserta mengenai penyampaian informasi secara verbal, intonasi suara, serta teknik peliputan di lapangan. Hasil video akan dinilai sebagai bentuk evaluasi dan apresiasi bagi peserta yang paling kreatif dan komunikatif.
Penulis : Uswatun Khasanah
Editor : Rinzani Zaliyanti

0 Comments