Skip to main content

Racana UNISNU Gelar Gebyar Penggalang ke III


para peserta sedang melakukan perlombaan pioneering atau tali temali dari regu putra di depan Gednung Sains dan Teknologi (Saintek) Selasa (28/3)

Selasa – (28/3) Racana UNISNU menggelar Gebyar Penggalang ke-3 (GP III) di gedung UNISNU Jepara. Gebyar penggalang ini merupakan kegiatan perlombaan tingkat SMP dan MTs sederajat yang dilaksanakan tiap tahun. Berbagai perlombaan pun diikuti para peserta yang berjumlah 33 regu dari 17 sekolah yang ada di kabupaten Jepara.  Karena ada sekolah yang hanya mengirim satu regu saja. Untuk tahun ini Gebyar Penggalang III mengangkat tema “Dengan Gebyar Penggalang Wujudkan Pribadi yang Kreatif, Periang, dan Berakhlak Mulia” dengan moto “Kreatif, Disiplin, dan Berakhlak Mulia”.

Ada delapan jenis perlombaan yang dibagi dalam dua kategori yaitu kategori giat kontingen dan giat peregu. Untuk kategori giat kontingen yang dilombakan yaitu lomba tertib administrasi, cipta logo dengan tema “Gebyar Penggalang IV Racana Kalijaga Ratu Kalinyamat, senam kreasi dan lomba Baris Berbaris. Sedangkan untuk kategori giat peregu yang dilombakan yaitu Hasta Karya, semboyan semaphore dan morse, Lomba Cerdas Cermat (LCC), dan Pioneering atau tali temali. Kegiatan perlombaan ini dilakukan dalam satu hari saja. 

Kegiatan Gebyar Penggalang ini dilaksanakan tiap tahun dan ini merupakan tahun ketiga dari Gebyar Penggalang tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk meramaikan kegiatan pramuka tingkat penggalang yang ada di kabupaten Jepara. Karena kegiatan tingkat penggalang ini biasanya hanya digelar oleh Dewan Kerja Cabang (DKC) tingkat kabupaten Jepara. Sehingga dari Racana UNISNU berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut setiap tahunnya dan juga bisa semeriah yang diadakan oleh DKC. Selain itu juga kedepannya diharapkan bisa mengadakan perlombaan seperti ini tidak hanya tingkat SMP Mts sederajat tetapi juga di tingkat SMA dan MA sederajat.

Pelaksanaan lomba sudah dilaksanakan sejak pagi tadi. Setelah pembukaan perlombaan dimulai dengan empat lomba sekaligus yaitu LCC, Hasta Karya, semboyan dan pionering. Sedangkan untuk lomba senam dan baris berbaris dilaksankan setelah istirahat. Semua perlombaan dilaksanakan di tempat kecuali pembuatan logo. Untuk pembuatan logo ini dilakukan di rumah sehingga pada waktu hari H nya ini tinggal mengumpulkan logo. Logo yang dibuat merupakan logo yang akan dijadikan untuk Gebyar Penggalang tahun depan (GP IV). 

Menurut salah satu pembina pramuka yaitu Fatchul Yazid yang merupakan pembina dari SMP Islam Miftahul Huda Pakis Aji menyatakan merasa senang dengan adanya Gebyar Penggalang ini. dia berharap kegiatan bisa terus berkelanjutan dan tidak hanya satu kali gebrakan. Dia mengaku telah melakukan persiapan selama 10 hari untuk mengikuti perlombaan ini dan berharap bisa menjaga sportivitas dalam mengikuti perlombaan tersebut. 

Menurut Nila yang merupakan ketua dari Racana UNISNU, kegiatan perlombaan ini bekerjasama dengan berbagai pihak di antaranya yaitu Kwarcab, KONI, Kodim, Disdikpora, Pemda, KSR PMI UNISNU dan Menwa. Sedangkan dari pihak juri atau yang menilai perlombaan ini juga dari berbagai pihak yaitu ada dari Kwarcab, dosen UNISNU dari prodi Desain Produk  (DP) dan Desain Komunikasi Visual (DKV), KONI dan juga Polres. 

Sedangkan menurut Fikri ketua dewan Sunan Kalijaga mengaku sangat senang dengan antusiasme para pembina yang mengikuti kegiatan ini. meskipun peserta tidak memenuhi target yaitu 20 puluh sekolah namun dia berharap kegiatan ini bisa berlanjut setiap tahunnya dan bisa ditingkatkan lagi. Dari pihak panitia telah mengedarkan surat ke seluruh sekolah menengah pertama sederajat di seluruh kabupaten Jepara. Namun yang mengikuti hanya 17 sekolah. Namun acara tetap berlangsung ramai dan meriah karena dari pihak sekolah juga membawa supporter untuk mendukung sekolahnya masing-masing. (Sri Pujiati) 



Comments

Popular posts from this blog

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus