Skip to main content

Dalami Teori, Mahasiswa Syariah dan Hukum Lakukan Observasi

para mahasiswa sedang bertanya dengan salah satu hakim yang ada di Pengadilan Agama (PA) Jepara (Rabu 31/10)


Jepara, (31/10) para mahasiswa Prodi Al-Ahwal Asy-Syakhsiyah semester 5 mengadakan kunjungan ke Pengadilan Agama Jepara (PA). Kegiatan ini dilakukan untuk mendalami teori yang telah diterima selama di perkuliahan. Selain mahasiswa ada dosen pendamping yaitu bapak Wahidullah selaku dosen Hukum Acara Peradilan Agama yang ikut mendampingi mahasiswa untuk melakukan observasi. Kegiatan ini dimulai pukul 07.30 dan disambut oleh bapak ketua dari Pengadilan Agama (PA) Jepara dan ibu Panitera.

Selama melakukan observasi para mahasiswa di dampingi oleh ibu panitera. Para mahasiswa mulai melakukan pengamatan di meja 1, 2 dan 3. Selain itu juga para mahasiswa diijinkan untuk melihat ruangan panitera, hakim dan panitera pengganti. Selama observasi itu banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh para mahasiswa kepada pegawai yang ada di Pengadilan Agama (PA). Pertanyaan-pertanyaan itu berkaitan dengan  mata kuliah yang diajarkan di bangku perkuliahan. Dengan melihat langsung kegiatan yang berlangsung di PA diharapkan nanti mahasiswa mampu memahami lebih dalam tentang administrasi dan hukum acara yang ada di Pengadilan Agama. 

Dalam observasi itu, banyak sekali hal baru yang didapat oleh mahasiswa terutama mengenai keadministrasian yang ada di sana. Mahasiswa juga melihat langsung proses pelayanan yang dilakukan oleh para pegawai yang ada di lingkungan PA. Sehingga para mahasiswa bisa benar-benar tahu proses beracara di Pengadilan Agama. Tidak hanya teori saja yang dikuasai namun memahami betul bagaimana pelaksanaan dari teori tersebut. Observasi ini juga bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa kegiatan yang ada di Pengadilan Agama. Sehingga bisa memotivasi para mahasiswa untuk belajar lebih giat dan tekun. Selain administrasi dan hukum acara mahasiswa juga diberitahu mengenai tugas-tugas yang dilakukan oleh pegawai PA. Misalnya saja tugas panitera itu adalah membantu ketua majlis hakim dalam persidangan. 

Para mahasiswa juga diijinkan untuk bertanya kepada pegawai yang ada di sana. Misalnya kepada hakim, panitera, panitera pengganti, dan pegawai-pegawai lainnya. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan itu tentu menambah pengetahuan baru bagi mahasiswa yang selama ini belum pernah melihat langsung mengenai hal tersebut. Menurut  seorang hakim yang ada di sana, sidang peceraian yang seharusnya berlangsung tertutup seperti dalam teori karena setiap kali sidang ada sekitar 10 perkara yang disidangkan. Sehingga tidak bisa melakukan sidang secara tertutup. 

Observasi ini berlangsung selama satu jam karena terkendala waktu yang terbatas sehingga tidak bisa melakukan observasi lebih lama. Sebelum meninggalkan pengadilan Agama pak Wahidullah memberikan kenang-kenangan kepada ketua Pengadilan Agama yaitu bapak Imam Syafi’i sebagai rasa terima kasih.

Comments

Popular posts from this blog

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus