Skip to main content

UNISNU Jepara Wisuda 443 Mahasiswa

UNISNU Jepara Wisuda 443 Mahasiswa
Universitas Islam Nahdlatul Ulama’ Jepara pada Kamis (29/10) bertempat di Gedung Wanita R.A. Kartini Jalan HOS Cokroaminoto Jepara melangsungkan prosesi Wisuda Ke-5. Sebanyak 423 mahasiswa S1 dan 20 mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam yang mengikuti prosesi wisuda yang terdiri dari 49 wisudawan Program Studi Al-Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah dan Hukum, 229 wisudawan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, dan 11 wisudawan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi.

Sedangkan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis sebanyak 128 wisudawan yang terdiri dari 56 wisudawan dari Program Studi Manajemen, 72 wisudawan dari Program Studi Akuntansi. Dari Fakultas Sains danTeknologi ada 6 wisudawan yang terdiri dari 1 mahasiswadari Program Studi Teknik Industri, 5 mahasiswa Program Studi Desain Produk serta 20 mahasiswa dari Program Pascasarjana (S2).

Dalam sambutannya, Rektor UNISNU Jepara Prof. Dr. H. Muhtarom H.M. menyampaikan bahwa lulusan UNISNU Jepara telah ditunggu pasar bebas pada akhir Desember mendatang. Oleh sebab itu harapan beliau,lulusan UNISNU Jepara ikut serta dalam membangun dan berdaya saing di lingkup Masyarakat Ekonomi ASEAN dengan ilmu yang didapat saat kuliah.

“62 hari lagi, tepatnya 31 Desember 2015 kita dihadapkan pada Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), ini menunjukkan bahwa kita memasuki system ekonomi terbuka dan akan mempengaruhi institusi perguruan tinggi untuk bersaing dengan perguruan tinggi lainnya” ungkap Muhtarom.

Rektor UNISNU Juga berpesan kepada 443 wisudawan bahwa UNISNU Jepara merupakan perguruan tinggi yang memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik. UNISNU tidak hanya berorientasi pada ilmu pengetahuan dan teknologi, namun juga memelihara aqidah untuk kepentingan umat. (Dewi/LPM BURSA)

Comments

Popular posts from this blog

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus