Skip to main content

Biografi Mayadina Rohma Musfiroh, M.A

mayadina Rohma, LPM BURSA UNISNU
Mayadina Rohma Musfiroh, M.A
Nama : Mayadina Rohma Musfiroh, MA

Tempat Tanggal Lahir : Jepara, 1 Desember 1979

Alamat Rumah : Jl. Pangeran Sarip No. 5 Saripan Jepara

Telepon : 081228173448

Email : mayadinar@yahoo.com

Twitter : @mayadinar

Pekerjaan : Staf Pengajar Tafsir/Ulumul Qur’an UNISNU

Nama Orang Tua Laki-laki : H. Musa Asy’ari (Alm)

Nama Ibu : Hj. Siti Muhajaroh

Nama Suami : Moh. Lutfi Rahman, S.Ag

Anak : 1

Hobby : Shoping buku, Reading, Cooking, Traveling
Pesan : Sejatinya Hidup itu berjuang, perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata.

Pendidikan
MI Al-ISLAM Jepara, 1993
Pondok Pesantren Yanbu’ul Quran Kudus, 1995
MTs. Asshiddiqiyah Jakarta,1996
MA. Asshiddiqiyah Jakarta, 1999
S-1 Fakultas Syariah INISNU JEPARA, 2003
Fellowship Program Master Institut Ilmu Al-Quran Jurusan Tafsir/Ulumul Qur’an (IIQ) Jakarta, 2009
Pengalaman Organisasi
OSIS MTs/MA Asshiddiqiyah Jakarta
Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Jepara tahun 2003-2004
Kepala Bidang Jaringan dan Hubungan Internasional KOPPRI Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB-PMII) 2004-2005.
Presidium Forum Lintas Pelaku (FLP) Kabupaten Jepara 2005
Koordinator Presidium Forum Warga Kabupaten Jepara, tahun 2003-2005.
Anggota Departemen Bidang Pendidikan Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Korcab PMII Jateng) tahun 2004-2005.
Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (LAKPESDAM) Pimpinan Cabang Kabupaten Jepara, tahun 2005-2010 dan tahun 2010-2015
Pendiri dan Dewan Pembina Forum Kajian Gender (FKJ) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Jepara, tahun 2008-2011.
Sekretaris Yayasan Kesejahteraan Muslimat (YKM) Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Jepara, tahun 2010-2015.
Ketua Kelompok Kerja Musyawarah Besar (MUBES) Warga Jepara pada tahun 2005.
Anggota Jaringan Petani Organik (JPO) Kabupaten Jepara, 2008-2011.
Motivator 9 kelompok-kelompok perempuan pesisir dan pedesaan untuk pemberdayaan ekonomi dan micro finance
Koordinator Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Jawa Tengah, 2010 – 2012.
Anggota Dewan Pengurus Lajnah Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (LAKPESDAM) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2010-2015.
Pengalaman Profesional
Memimpin Program Pemberdayaan Perempuan Pesisir kerjasama PC. Lakpesdam Jepara dengan Departemen Kelautan RI, tahun 2005-2007.
Visiting Fellow : Asian Europe Meeting “ASEM People” di Ho Cie Min City Vietnam, Tahun 2005
Koordinator Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Propinsi Jawa Tengah, Tahun 2009-2012.
Salah satu Anggota Tim Technical Assistance FITRA program Buidling Better Budget for Women and Poor Kawasan Maros-Makassar Sulawesi Selatan, 2011-2012
Pegiat Jamaah Pengajian Tafsir Al-quran untuk Komunitas Pekerja Kesehatan Perempuan Jepara
Pegiat Jamaah Pengajian Tafsir Al-Quran Ikatan Haji Muslimat NU Kab. Jepara
Pegiat Jamaah Pengajian Tafsir Al-Quran Majlis Ta’lim Perempuan IPHI (Ikatan Persaudaraan haji Indonesia Jepara, 2011.
Kepala Sekolah Dasar Unggulan Terpadu Bumi Kartini, 2010 – sekarang.
Staf Pengajar Tafsir Al-Quran Fakultas Syariah Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Jepara (2009 – sekarang)
Pembantu Dekan III Fakultas Syariah INISNU (2011 - sekarang).Pembantu Dekan III Fakultas Syariah dan Hukum UNISNU (2013 - sekarang).

Pengalaman Seminar & Training

Pemateri dalam Seminar Konfercab PMII, tema, “Mendidik Penguasa Menciptakan Kesejahteraan”, 2007
Fasilitator dalam FGD Pendidikan Politik Perempuan, tema “Merumuskan Kepentingan Politik Perempuan” Diselenggarakan Pemda Jepara, 12 Juni 2006
Narasumber Seminar tema, “Refleksi Tiga Tokoh Perempuan Jepara; Ratu Shima, Ratu Kalinyamat, RA. Kartini; Menyambungkan Gagasan dan Perjuangan 3 Tokoh Perempuan dengan Gerakan Kesetaraan Jender di Indonesia” diselenggarakan Forum Kajian Jender PMII Jepara 22 April 2008.
Narasumber dalam Rembug Warga Jepara, tema, “Upaya Mempraktekkan Partisipasi dalam Ruang Formal dan Non Formal di Jepara”, 2008
Narasumber dalam Seminar, “Pemahaman Jender Perspektif sosio-religi; Arah Kebijakan NU Terkait Gender”, Fatayat Pancur Mayong dalam rangka Harlah NU, 09 Januari 2009.
Pemateri dalam diskusi, “Membedah Peraturan Mentri Dalam Negeri No. 15 Tahun 2008 Tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengarusutamaan Jender Di Daerah, 2009
Pemateri dalam Prepatory Meeting ‘Making Pro Poor Budget Works’ yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Prakarsa Jakarta, tema, “Peran Ulama Dalam Advokasi Penganggaran Daerah”, 28 January 2009
Narasumber dalam Seminar, “Pendidikan sebagai Upaya Perlindungan Terhadap Perempuan”, Pancur Mayong 17 February 2009
Narasumber dalam seminar, “Menggagas Kepemimpinan Perempuan di Jepara”, 23 April 2010 diselenggarakan oleh PC. Fatayat NU Jepara
Narasumber pada Workshop dan Lokakarya Anggaran untuk Rakyat di Nusa Tenggara Barat, tahun 2005
Fasilitator pelatihan Start And Improve Your Business (SIYB) Kerja sama KADIN Kabupaten Jepara, 2009
Fasilitator Training Analisis Anggaran Responsif Gender, YASMIB Sulawesi Barat, PINUS Sulawesi Selatan 2011.Dll.

Pengalaman Riset
Konsultan Riset CIFOR (centre for international forestry research) tentang leveling the playing field Tahun 2004-2005
Memimpin Riset Aksi P4D PP. Lakpesdam, Tahun 1999-2003.
Riset pustaka Fiqih Trafficking (perdagangan manusia) kerjasama INISNU dengan Kementerian Agama 2010
Tim Peneliti “Dinamika Politik Lokal” Forum Pengembangan Partisipasi Masyarakat (FPPM) Bandung, tahun 2008-2009
Penanggung Jawab Riset Kasus Angka Gizi Buruk Kabupaten Jepara bersama PP. Lakpesdam, tahun 2010-2011

Buku Dan Artikel
Artikel Wacana Lokal “Transisi Demokrasi dan Pilkada Jepara 2007”, Suara Merdeka, 2007.

Kontributor Buku “Pembelajaran Dari 5 Daerah; Partisipasi, Reformasi Kelembagaan, dan Alokasi Anggaran”, diterbitkan oleh FPPM, Ford Foundation, TIFA Foundation, 2009. Dll.

Lahir di jepara tiga puluh dua tahun yang silam ini merupakan sosok yang membanggakan bagi masyarakat jepara dan civitas akademika INISNU pada khususnya. Betapa tidak, peringai kalem dan ramah ini kini menjabat sebagai Pembantu Dekan III Fakultas Syari’ah. Beliau dilahirkan dengan nama lengkap Mayadina Rohma Musfiroh.

Di kota ukir inilah Mayadina kecil mengeyam pendidikan dasarnya di Madrasah Ibtida’iyyah Al Islam Jepara, kemudian melanjutkan pendidikannya di pondok pesantren Yanbu’ul Quran kota santri (Kudus-red), dua tahun di kudus selama dua tahun Mayadina kecil pindah sekolah ke ibu kota Jakarta dan memilih MTs dan MA Asshiddiqiyah menjadi tempatnya menimba ilmu formal.

Selesai lulus MA tahun 1999, kembali ke kampung halaman dan untuk mengenyam studi S1, beliau menggeluti dunia akademiknya di kampus tertua Jepara, INISNU, memilih Fakultas Syari’ah dan Ahwalus Sahshiyyah sebagai jurusan prodinya. Kemudian beliau rela meluangkan waktu mondar-mandir rute Jepara-Jakarta untuk merengkuh S2-nya di Fellowship Program Master Institut Ilmu Al-Quran Jurusan Tafsir/Ulumul Qur’an (IIQ) Jakarta dan akhirnya sukses mendapat gelar Master tahun 2009.

Malang-melintang dan sibuk di dunia keilmuan tidak menyurutkan keinginannya untuk berbagi rasa dan berkecimpung di dunia organisasi, mulai dari OSIS MTs dan MA, beliau juga aktif di dunia pergerakan, PMII-lah (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) tempatnya mematangkan wacana, berekspresi gagasan dan mengolah kepiawaian analisa dan tanggungjawab social, bahkan pada periode 2003-2004 Mayadina remaja percaya menjadi Ketua Umum PMII Cabang Jepara. Setelah pasca Cabang PMII, beliau kembali lagi dipasrahi mandat menjadi Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB-PMII) Jawa Tengah. Beliau jugalah yang termasuk pendiri Forum Kajian Jender (FKJ) PMII Jepara.

Dengan bekal rasa tanggungjawab social sekaligus moral yang telah menyatu dalam jiwa dan nalurinya, beliau mengabdikan diri dan berperan aktif di sektor-sektor social terutama pendidikan dan masyarakat miskin.

Pasca di PMII, beliau lebih memfokuskan diri di dunia nyata dengan bidang yang tidak jauh berbeda, yakni di LAKPESDAM (Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) dengan bidang pendampingan anggaran pemerintah. Beliau juga sering menjadi motivator bagi perempuan-perempuan di daerah pesisir, hal ini selaras dengan cita-cita beliau mengangkat harkat martabat perempuan yang sejajar.
Dengan sederet karir profesional, wajar saja jika beliau lebih tenang dalam pembawaan karakternya. Diluar kesibukannya malang melintang di dunia social dan sejak 2011 menjadi Pembantu Dekan III Fakultas Syari’ah, beliau adalah termasuk pegiat Jamaah Pengajian Tafsir Al-Quran yang aktif, secara beliau sendiri adalah seorang hafidzoh (penghafal Al-Qur’an).

Berbicara mengenai budaya akademik, membaca dan menulis memang belum menjadi budaya di lingkungan kampus INISNU Jepara. Butuh upaya semua pihak untuk mendorong tumbuhnya budaya membaca ini. Sekalipun demikian tidak sedikit mahasiswa yang pandai berpendapat dan berdiskusi di ruang-ruang kuliah dan dipojok-pojok kampus. Akan lebih baik manakala keberanian berbicara dan kemampuan berpendapat itu diperkuat dengan argumentasi teoritis atau memiliki rujukan ilmiah.

“Saya dulu termasuk salah satu pendiri Buletin BURSA Fakultas Syari’ah. Insya Allah, sedapat mungkin memberikan sumbangsih pikiran, gagasan, informasi jaringan atau hal-hal lain yang relevan bagi kemajuan LPM BURSA”. Harapan beliau pertama, LPM BURSA menjadi wadah pembelajaran mahasiswa untuk menuangkan gagasan lewat dunia tulis menulis. Kedua, Saya berharap BURSA dapat menjadi media transformasi gagasan dan pengetahuan bagi masyarakat, khususnya mahasiswa tidak hanya di lingkup Jepara, namun lebih luas dapat diminati oleh kalangan Perguruan Tinggi lintas kota. Ini tentu saja menjadi Tantangan Redaksi LPM BURSA untuk terus meningkatkan kualitas dan performance LPM BURSA yang kita banggakan. Semoga.[s]

Comments

Popular posts from this blog

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus