Skip to main content

OSPEK sebagai ajang kemandirian dan kreatifitas Mahasiswa

ospek unisnu 2014
Mahasiswa Baru UNISNU Jepara pada tanggal 1-4 September 2014 akan melaksanakan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (OSPEK). Namun sebelum pelakasaan OSPEK tersebut Mahasiswa Baru juga harus melaksanakan Technical Meeting (TM) untuk mengetahui seluk beluk, teknis serta hal-hal apa saja yang harus dipersiapkan dalam OSPEK nantinya. TM tersebut telah dilaksanakan pada tanggal 24 Agustus 2014 kemarin untuk Fakultas Syari’ah dan Hukum, Tarbiyah dan Ilmu Keguruan dan Dakwah dan Komunikasi. Sedangkan Fakultas Ekonomi dan Bisnis TM dilaksanakan pada Hari Kamis (28/8) dan Sain dan Teknologi TM dilaksanakan pada Sabtu (30/8).

Dalam TM yang dilaksanakan di Fakultas Syari’ah dan Hukum, Tarbiyah dan Ilmu Keguruan dan Dakwah dan Komunikasi, Peserta TM sangat antusias mengikuti jalannya acara. Sedangkan Panitia OSPEK Universitas yang diwakili oleh Ahmad Sunani MR mengucapkan selamat datang kepada Peserta OSPEK UNISNU 2014. Sunani juga menyatakan OSPEK kali ini berbeda dari OSPEK tahun sebelumnya. Dalam pelaksanaannya OSPEK sendiri akan dilaksankan 2 tahap, untuk tahap 1 diikuti oleh kurang lebih 900 Mahasiswa dari 5 Fakultas yang ada.

“Perbedaan OSPEK kali ini dengan OSPEK sebelumnya adalah hari pertama dan kedua lebih menekankan kepada Pengenalan Kampus UNISNU Jepara. Sedangkan hari ketiga dan seterusnya menekankan kepada Pengenalan Fakultas, baik itu pengenalan sistem akademik, Kefakultas dan lain-lain.” Imbuh Sunani dalam sambutannya.

Pelaksanaan OSPEK serasa kurang lengkap kalau tidak ada perbekalan dalam setiap penyelenggarannya. Begitupun dengan OSPEK yang diselenggarakan kali ini. OSPEK seringkali dianggap beban bagi setiap Mahasiswa baru yang mengikutinya dikarenakan dianggap akan memberatkan peserta. Namun Pendapat yang berbeda disampaikan oleh ketua SC OSPEK Universitas, Joko Syahputra. “Perbekalan OSPEK merupakan kegiatan yang akan melatih peserta baru untuk mandiri, kreatif dan bertanggung jawab” Ujar beliau yang pernah menjabat Pimpinan Umum LPM Burs@ Periode 2012-2013.

Menurut Joko, tujuan utama OSPEK dengan berbagai aktifitas didalamnya, akan merubah mindset siswa menuju mahasiswa yang mempunyai sifat nalar kritis.

Comments

Popular posts from this blog

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus