Skip to main content

Siapa Saja Calon Pemimpin BEM FSH Priode 2021-2022 Mendatang


 

Pemilwa Unisnu 2021 mempertemukan Dua Pasangan Calon Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum, Nurul Zakiyatul ‘Aini - Tessa Yanuar Rahman dari Partai Gemalika dengan Nomor Urut Paslon 01 dan Emil Hakim Aba – Ika Lailatun Ni’mah dari Partai PPMU dengan Nomor Urut Paslon 02 yang siap mewarnai Fakultas Syariah dan Hukum selama satu tahun ke depan.


Nurul Zakiyatul 'Aini sebagai Calon Gubernur Fakultas Syariah dan Hukum 2021-2022 sebelumnya merupakan mahasiswa berprestasi dan aktifis di berbagai organisasi di bawah naungan Fakultas Syariah dan Hukum. Berbagai macam cabang perlombaan sudah pernah diikuti oleh mahasiswa yang akrab dipanggil Aini tersebut. Mulai dari cabang lomba debat, penulisan Essay, Musabaqoh Qiroatul Kutub, Program Kreativitas Mahasiswa, dan terakhir ia juga telah berhasil meraih kejuaraan internasional Gold Medal Internasional Invention Competition For Young Moslem Scientists (IICYMS).  Mahasiswa Program Study Perbankan Syariah Fakultas Syariah dan Hukum tersebut juga aktif dalam berbagai macam organisasi intra mahasiswa, di antaranya BEM FSH, HMPS PS, LPPH dan LPM BURSA.


Maju dalam Pemilwa 2021 Unisnu sebagai Calon Gubernur Badan Eksetif Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum, Aini dipasangkan dengan Tessa Yanuar Rahman yang juga merupakan mahasiswa aktifis di Program Studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah dan Hukum Unisnu. Di luar rutinitas belajarnya, mahasiswa yang akrab dipanggil Tessa tersebut merupakan mahasiswa aktifis yang ikut serta memberikan kontribusi dan peranannya dalam organisasi intra kampus, Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam.


Baik Aini maupun Tessa maju dalam Pemilwa Cagub BEM FSH ini, dengan berbekal visi dan misi demi mewarnai dan memajukan Fakultas Syariah dan Hukum selama satu tahun priode kepemimpinan BEM ke depan. Harapan dari Paslon Nomor Urut Paslon 1 ini adalah dengan model kepemimpinan yang diterapkannya mampu mewujudkan BEM FSH yang kreatif, inovatif dan kompetitif dalam mensinergikan civitas akademika Fakultas Syariah dan Hukum.


Sedangkan Paslon Nomor Urut 02 diwakili Muhammad Emil Hakim Aba atau yang akrab dipanggil dengan sebutan Emil. Mahasiswa kelahiran 3 Agustus 1999 tersebut merupakan mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah dan Hukum yang juga merupakan mahasiswa berprestasi dan aktifis kampus. Sebagai mahasiswa Emil tercatat telah mengikuti berbagai cabang perlombaan dan telah meraih berbagai macam prestasi. Tercatat ia telah mengikuti sebanyak 35 ajang lomba dan meraih 13 kejuaran dalam berbagai level, baik regional, nasional, maupun internasiomal. Emil juga diketahui aktif berkontribusi dalam berbagai organisasi intra maupun ekstra kampus di antaranya BEM FSH, HMPS HKI, LPPH, LKIF LPM BURSA, ORSHA, PMII RSH, dan Rebana Syari’ah RMS.


Maju sebagai Paslon Nomor Urut 02 Emil berpasangan dengan Ika Lailatun Ni’mah mahasiswa program studi Perbankan Syariah Fakultas Syariah dan Hukum. Selain kesibukan belajarnya, mahasiswa yang akrab dipanggil dengan sebutan Ela juga merupakan aktifis kampus yang aktif dalam berbagai organisasi dan kompetisi mahasiswa. Diketahui Ela adalah bagian dari organisasi HMPS PS, LPM BURSA, LKIF, PMII, dan KSEI An-Nahdloh yang aktif memberikan kontribusi dan sumbangangsihnya dalam organisasi. Selain itu, Ela juga pernah mengikuti berbagai event akademis seperti TEMILNAS (Temu Ilmiah Nasional), TEMILREG (Temu Ilmiah Regional) , Olimpiade dan juga Lomba Essay.


Baik Emil maupun Ela maju dalam Pemilwa Unisnu 2021 ini dengan membawa visi misi mereka dengan berbekal model kepemimpinan yang diterapkan yaitu kekeluargaan sehingga memberikan rasa aman, nyaman dan saling memiliki BEM F. dari rasa nyaman akan muncul kesadaran dari setiap anggotanya, maka akan bertanggung jawab dalam organisasi demi tercapainya kemajuan Fakultas Syariah dan Hukum


“Mereka semua adalah mahasiswa yang baik dari akademisi dan aktivis organisasi. Jadi siapaun yang akan menjadi Gubernur BEM FSH insyaAllah ke depan akan membawa kebaikan terhadap FSH” tutur Fauzan.


(Nand/Amin/Bursa)

Comments

Popular posts from this blog

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus