Skip to main content

Refleksi Kemerdekaan Indonesia Republik Indonesia yang ke 75

 

Dirgahayu Indonesia! Siap-siap nih kita semua menyambut dan sebelum hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-75 dengan penuh euforia. Tepat pada hari ini tanggal 17 Agustus 2020 atau 75 tahun sudah Republik Indonesia telah merdeka dari penjajahan.

Dirgahayu Republik Indonesia mengajarkan dan menanamkan untuk mengingat kembali perjuangan para pahlawan demi bangsa kita. Bagaimana para pahlawan melawan serangan demi serangan yang dilakukan oleh penjajah terhadap mereka. Namun mereka optimis akan pada suatu saat Indonesia akan Merdeka dan Bebas dari penjajah yang murka itu. Dan benar pada hari Jumat pada tanggal 17 Agustus 1945 yang dibacakan langsung oleh Bapak Proklamator Indonesia atau Presiden Pertama Indonesia yaitu Ir. Soekarno didampingi oleh Drs. Moh. Hatta bertempat di sebuah rumah kecil tepatnya di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat. Dengan semangat yang selalu berkobar seakan tak padam karena berkembangnya zaman. 

Kita sebagai generasi penerus bangsa selayaknya bisa menggenggam erat apa yang telah para pahlawan berikan dan perjuangkan di masa kelam untuk kita sekarang. Pahlawan dengan bersusah payah, tertindas, bahkan makan pun tak bisa itu semua untuk menyenangkan para penjajah di masa yang kelam itu.

Kita sebagai generasi saat ini tidak boleh semerta merta yang bisa duduk menikmati hasil kemerdekaan dari pejuang, justru kita mengemban tugas yang lebih berat yaitu kemerdekaan dan karya untuk negara kita tercinta agar hasil kemerdekaan yang diperoleh dari para pejuang tidak sia-sia.

SELAMAT DIRGAHAYU UNTUK INDONESIAKU KE 75, SEMOGA VIRUS COVID SEGERA LENYAP TAK TERSISA SEHINGGA ENGKAU KEMBALI BISA BERNAFAS DENGAN LEGA.

INDONESIA MERDEKA !!!

(ENA/LPM Bursa)


Comments

Popular posts from this blog

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus