Skip to main content

Begini Cara PMII Jepara Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Begini Cara PMII Jepara Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
Duta Genre Pelajar Tahun 2017 (Tengah) berfoto bareng dengan duta Genre Jepara Tahun 2016
Jepara - Berdasarkan data catatan tahunan hingga tahun 2015 terdapat kasus kekerasan terhadap perempuan yang berjumlah 321.753 kasus, sedangkan data dari sumber yang ditangani pengadilan agama berjumlah 305.535 kasus. dan dari lembaga layanan mitra komnas perempuan berjumlah 16.217 kasus.

Kasusnya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) menjadi kasus tertinggi ditahun ini yaitu mencapai 147 kasus atau 29%, Kekerasan Dalam Pacaran (KDP) mencapai 98 kasus atau 19,8%, prostisusi ada 35 kasus atau 7.06%, perbudakan seksual 32 kasus atau 6,5 %, traffiking 18 kasus atau 3,6 , pelecehan seksusal 15 kasus atau 3,02% dan buruh migran sebanyak 7 kasus atau 1,4%, jika dilihat dari jenis kekerasannya, di tahun 2016 ini kasus kekerasan seksusal masih mendominasi. 
 
 Dari 871 perempuan korban kekerasan, sebanyak 700 atau 80,4% perempuan mengalami kekerasan seksual. Tingginya angka kekerasan seksual tidak hanya di Jawa Tengah saja tetapi catatan komnas perempuan juga menunjukkan kecenderungan serupa.

Upaya Pencegahan tindak Kekerasan terhadap perempuan dan kekerasan di Jawa Tengah, Forum Kajian Jender (FKJ) yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Jepara menyelenggarakan Seminar dan Pemilihan Duta Genre tingkat pelajar SLTA Se-kabupaten di Pringgitan, Pendapa Kabupaten Jepara pada Senin (27/2) pagi tadi.

Ketua Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Muji Susanto, dalam seminarnya mengatakan kekerasan terhadap anak dan perempuan sudah menjadi extra ordinary crime (kejahatan yang sangat luar biasa), dari 1,2 juta penduduk Jepara, sepertiganya adalah anak-anak diperkirakan 400 ribu jiwa.

"Berdasarkan penelitian menggunakan data sampling random ke sekolah-sekolah dari ujung Utara hingga ujung selatan Jepara, terdapat 8 dari 10 siswa SMP sederajat sudah pernah ciuman dan lihat film porno, sedangkan 8 dari 10 siswa SLTA sederajat pernah lihat film porno dan ciuman bahkan 1 dari 10 siswa lainnya pernah melakukan hubungan intim." Ungkapnya.

ketua FKJ PMII Jepara Uswatun Hasanah, mengatakan remaja merupakan bagian dari potensi bagi pembangunan bangsa di masa depan, di sisi lain remaja juga rentan terhadap berbagai permasalahan seperti nikah muda, perilaku seks pra nikah, penyalahgunaan Narkotik, Psikotropika, dan Zat Aditif (Napza) dan penularan HIV/AIDS dan penyakit menular seksual lainnya.

Demikian juga, Ketua PMII Cabang Jepara Erkham Sobri mengatakan, tingginya kasus kekerasan seksual tidak diiringi dengan membaiknya kasus pemenuhan hak-hak korban, seperti layanan medis yang harus berbayar, adanya impunitas pelaku koban kekerasan seksusal yang dimediasi dan di damaikan dengan pelaku. Hal ini karena ketiadaan undang-undang yang mampu menghapuskan kekerasan dari mulai pencegahan, penanganan, perlindungan dan pemulihan secara menyeluruh dan terintregasi.

"Keberadaan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual yang saat ini sudah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun 2016 penting untuk segera dibahas dan disahkan karena ini merupakan kewajiban Negara dalam menghapuskan kekerasan terhadap perempuan termasuk kekerasan seksual sebagaimana diatur di dalam instrument hukum HAM baik nasional maupun internasional. Namun hingga saat ini, RUU tersebut belum segera dibahas di DPR RI" Ungkap Erkham S.

"Dengan hadirnya Pemilihan Duta Genre dan sosialisasi ini, dalam rangka promosi program Genre, berharap peserta pemilihan Duta Pelajar Genre tahun 2017 memperoleh sosok motivator yang akan membantu dalam mensosialisasikan program Genre di lingkungan sekolah, terlebih bisa mengurangi kenakalan remaja di kabupaten Jepara." Imbuh Uswah. (PMII Jepara/ Eko) 
Editor: Muwasaun Niam

Comments

Popular posts from this blog

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus