Skip to main content

Sambutan Ketua Panitia OSPEK UNISNU tahun 2014

Ahmad Sunani MR (ketua Panitia OSPEK UNISNU 2014)
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Bismillahirrohmanirrohim

Segala puji bagi Allah SWT yang selalu member kita kekuatan untuk tetap berusaha berpegang teguh pada apa yang telah diperintahkan-Nya. Rahmat kasih-Nya semoga tak tersendat dan selalu hadier kepangkuan Nabi agung Muhammad SAW, sang pembebas. Dengan kegigihan dan kegagahan melawan kebiadaban budaya yang hari ini muncul kembali dengan make up baru dan lebih menipu berhasil membawa umatnya menuju budaya yang lebih baik.
Semoga segala gerak kita selalu menjadikan beliau sebagai suritauladan, sehingga dzikir, fikir,
dan amal kita selalu pada jalur yang semestinya. Dan semoga kita semua mendapat anugrah
pertolongan beliau, serta termasuk orang-orang yang akan mendapatkan syafaat-Nya di akhirat
kelak. Amin.

Selamat datang dan selamat bergabung kami ucapkan kepada seluruh mahasiswa baru
di kampus tercinta kita UNISNU (Universitas Islam Nahdlatul Ulama) Jepara. Semoga dalam
kesempatan yang telah ada pada kali ini benar-benar menjadi niat untuk mencari ilmu dan
melakukan proses-proses belajar di dalam perguruan tinggi, dan semoga gerak langkah awal ini
adalah gerak yang bertujuan untuk melakukan sebuah perubahan yang tentunya akan membawa
kita menjadi lebih baik dari yang sebelumnya, mudah-mudahan Allah SWT senantiasa
memberikan kemudahan dan meridloi kegiatan OSPEK 2014 ini.

Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (OSPEK) adalah sebah wahana untuk
mengenalkan dan membekali para mahasiswa baru akan dinamika dan dialektika perkuliahan
yang tentunya sangat berbeda dengan apa yang sudah ditemukan, dirasakan, dan dilihat pada
Sekolah Lanjut Tingkat Atas. Di Perguruan Tinggi ini mahasiswa dituntut untuk mengenal lebih
dekat dan memahami seluk beluk kehidupan kampus yang bercorak ilmiah, rasionalistis,
analitis, serta sistematis juga memiliki karakteristik kebebasan berpendapat, kritis jujur dan
bertanggung jawab serta menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan akhlaqulkarimah.
Selain itu OSPEK adalah pintu gerbang pertama yang bertujuan untuk merubah pola
pikir dan cara pandang mahasiswa baru pasca menempuh jenjang pendidikan Sekolah Lanjut
tingkat Pertama, diharapkan mahasiswa baru mampu menjadi mahasiswa yang mempunyai
nalar kritis yang kuat, khasanah keilmuan yang luas serta mempunyai rasa tanggung jawab
terhadap masyarakat yang tinggi sebagaimana nilai yang terkandung dalam Tri Dharma
Perguruan tinggi.

Akhirnya, kami dari panitia mengucapkan terimakasih kepada semua pihak baik dari
lingkungan pejabat kampus maupun sifitas akademika yang telah membantu dan mendukung
dalam pelaksanaan OSPEK 2014 ini, dan semoga Allah SWT senantiasa menghitungnya
sebagai amal ibadah dan memberikan pahala yang berlipat ganda. Dan tidak lupa kami
mohonkan maaf kepada semua pihak apabila dalam pelaksanaan OSPEK kali ini terdapat
banyak kesalahan dan kekurangan. Kekurangan-kekurangan ini harapannya akan menjadi
motifasi untuk kedepannya bias dperbaiki dan kelebihan itu hanyalah milik Allah semata.

Wallahul Muwafiq Ila Aqwamith Thoriq,
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Ketua Organizing Committee
Achmad Sunani Miftachurrohman

Comments

Popular posts from this blog

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus