Skip to main content

Menjadi Mahasiswa Yang Sadar Akan Kebutuhan

Disadari ataupun tidak kita sebagai mahasiswa mempunyai tugas dan peranan dalam memajukan serta menjadi penentu nasib bangsa ini dimasa depan. Dewasa ini banyak berdiri perguruan tinggi dengan menyuguhkan berbagai fasilitas dan keungulan yang dimiliki guna menunjang pembelajaran yang ada  dikampus. Hal tersebut diharapkan mampu menjadi salah satu magnet dalam meningkatkan kualitas mahasiswanya.

Namun juga dewasa ini, kita sebagai mahasiswa masih banyak yang belum menyadari ataupun mengetahui apa hakikatnya mahasiswa itu, yang seperti apa dan bagaimanakah  hakikat mahasiswa, terlebih mahasiswa ideal yang berkualitas. Hendaknya seorang mahasiswa mampu atau paling tidak berusaha menjadi individu yang berorientasi kedepan baik dalam konteks intelektualitas, sosial maupun kepribadian. Namun masih sedikit dari kita yang menyadari hal tersebut atau telah mengetahui namun belum memiliki kemauan untuk melakukanya.

Seperti halnya bila kita berbicara mengenai mahasiswa yang berkualitas secara intelektulitas. Misalnya, dalam kampus kita sendiri belum begitu jelas  terlihat akan kemauan mahasiswa untuk menjadi seorang mahasiswa ideal. Hal tersebut dapat kita lihat dari minat dan kesadaran akan kebutuhan membaca bagi mahasiswa, yang seharusnya menjadi kebutuhan dasar, atau bisa juga dikatakan bahwa minat baca dari mahasiswa masih sangat minim. Membaca belum menjadi budaya dikampus kita, kemudian masih malasnya mahasiswa dalam berdiskusi. Dalam lingkungan kampus kita tercinta ini  masih sangat jarang kita temukan adanya forum-forum kecil  yang digunakan dan dimanfa’atkan para masyarakat kampus untuk berdiskusi, yang ada kebanyakan hanya kumpul-kumpul untuk merumpikan hal-hal yang jauh dari bahasan keilmuan yang ditekuni. Meskipun kadang ada forum-forum ilmiah yang diadakan dikampus seperti seminar, pelatihan dan sejenisnya, hanya sebagian kecil yang  menghadiri.

Begitupun dalam berorganisasi, keinginan atau minat untuk berorganisasi mahasiswa masih sangat kurang dengan berbagai alasan. Padahal dengan berorganisasi merupakan sarana dalam mengembangkan diri yang diperlukan oleh seorang mahasiswa, dan bisa dikatakan sebuah kampus tidak bisa maju  tanpa adanya organisasi mahasiswa dalam kampus tersebut.

Mungkin kini sa’atnya kita sadar akan masalah-masalah yang melanda kita sebagai mahasiswa, sehingga kita akan berusaha mengadapi masalah yang kita hadapi tersebut. Kemudian dapat menuntun kita untuk menjadi individu-individu terpelajar yang lebih baik dan berbobot baik jasmani maupun rohani. Itu semua dapat kita mulai dari diri kita sendiri masing-masing. Karena pertama yang terpenting adalah motifasi yang kita tanamkan pada diri kita untuk maju, bukan orang lain dan failitas-fasilitas kampus yang merupakan urutan nomor dua dan seterusnya. Marilah kita bersama-sama sadar dan berusaha menjalankan kewajiban-kewajiban kita sebagai mahasiswa yang mampu menjadikan bangsa ini sebagai bangsa yang maju dan jauh dari kesengsaraan dan kemiskinan.(S)

Siti Masruroh
Mahasiswa Fakultas Syari’ah Semester II
INISNU Jepara

Comments

Popular posts from this blog

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus