Skip to main content

Menyongsong PMII Komisariat menuju Indonesia Maju


Jepara-LPM Burs@, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sultan Hadlirin Unisnu Jepara mengadakan RTK IX 2021 (Rapat Tahunan Komisariat) selama sehari semalam (18/9). Rapat yang bertema “Menyongsong PMII Komisariat Sultan Hadlirin Progresif menuju Indonesia Maju” kali ini, dilaksanakan di Gedung PCNU Jepara Jl. Pemuda No. 51 Jepara. Selain itu, rapat kali ini juga menggandeng 5 PMII Rayon, diantaranya PMII Rayon Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, PMII Rayon Syariah dan Hukum, PMII Rayon Dakwah dan Komunikasi, PMII Rayon R.A Kartini, dan PMII Rayon Ratu Shima. 

“Tujuan RTK kali ini salah satunya yaitu menciptakan penerus komisariat dan pelatihan kader rayon agar tidak lagi main main. Selain itu, rapat tahunan kali ini juga tampil beda dari tahun sebelumnya. Hari Sabtu ini merupakan puncak acara dari berbagai kegiatan komisariat yang telah dilaksakan beberapa hari yang lalu. Diantaranya ada ziarah anggota komis, sekolah media, sekolah advokasi, istigatsah, pelantikan, dll yang sangat berbeda dari tahun sebelumnya.” ujar sang ketua panitia, Muhammad Syafur Roqib. 

Rapat yang dimulai pada pukul 09.00 ini sangat antusias diikuti oleh kader dari berbagai rayon. Seperti halnya yang dipaparkan oleh salah satu kader Rayon Syariah dan Hukum, "Tanggapan mengenai kegiatan RTK IX ini bagi saya sangat antusias. Hal ini dikarenakan kegiatan ini hanya dilakukan satu kali dalam setahun" ujar Erny Nur'aini. Dilanjutkan acara sidang hingga pelantikan masing masing rayon yang dilantik oleh Ketua Umum PMII Cabang Jepara, Asep Rojudin, S. H. Diakhir acara pelantikan tersebut, beliau juga berpesan “Pengurus rayon kini telah resmi menjadi pengurus dan bukan lagi sebagai mandataris, semoga bisa menciptakan gerakan gerakan untuk menuju PMII yang maju, tetap belajar dan jangan buta informasi diluar sana. Selalu adakan target dan dapatkan output setiap progja." Ujar sahabat Asep yang diakhiri dengan gema salam PMII. "Salam pergerakan!!! Salammm!!!!" 



Setelah dijeda dengan istirahat, sholat, dan makan selama 2 jam, acara berlanjut istigatsah lalu Sidang Anggaran Dasar (AD)/Anggaran Rumah Tangga (ART), Sidang Komisi, Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Komisariat Sultan Hadlirin 2020/ 2021 serta yang terakhir pencalonan dan pemilihan ketua komisariat 2021/2022. Pemilihan bakal calon mandataris komisariat Sultan hadlirin 2021/2022 kali ini dilakukan dua kali. Hal ini dikarenakan adanya satu nama calon yang memiliki suara lebih dari lima, maka ditetapkan sebagai calon tunggal. Akan tetapi, ketika sesi pencocokan kriteria berlangsung ternyata mandataris menyatakan belum siap. Sehingga hal ini ditinjau kembali oleh ketua sidang dan domisioner komisariat untuk memutuskan langkah selanjutnya. Keputusan ternyata juga telah disepakati oleh forum, maka pencalonan untuk pemilihan ulang bakal calon dari pasca rayon yang hadir. Dari 9 calon yang dipilih, yang dapat lanjut pada tahap pemilihan diantaranya sahabat Naufal dengan suara 17, sahabat Nugroho dengan suara 6 dan batal dengan suara 1. Melihat banyaknya suara yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa ditetapkan sahabat Achmad Naufal sebagai mandataris terpilih komisariat Sultan Hadlirin 2021/2022. (BMZ/LPM Burs@)

Comments

Popular posts from this blog

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus