Skip to main content

MERIAHKAN HARLAH UNISNU KE-30 BEM U ADAKAN LOMBA REBANA

 


Tahunan - LPM Burs@, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Nahdlatul Ulama (BEM UNISNU) Jepara mengadakan lomba rebana yang bertemakan Reaktualisasi Spirit Kebangkitan (An-Nahdlah) dan Ulama (Al-Ulama) di Gedung MWC NU Tahunan pada Ahad (08/08). Lomba ini merupakan salah satu rangkaian untuk memperingati hari lahir UNISNU Jepara yang ke 30 tahun yang diadakan universitas dan BEM sebagai pelaksana dari kegiatan tersebut. Tujuan dari diadakannya lomba ini untuk melestarikan budaya rebana sebagai ciri khas dari Nahdlatul ulama.


Lomba rebana di ikuti oleh tim rebana yang berasal dari berbagai daerah di Jepara. Jumlah peserta pada lomba ini dibatasi 10 tim dan dibagi jadi 2 sesi, setiap sesinya terdiri dari 5 tim. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya kerumunan di dalam gedung. “untuk peserta kita batasi sepuluh tim. Acara pun ada sesinya, dibagi dua sesi. Dari sepuluh tim itu kita bagi dua sesi untuk meminimalisir kerumunan di dalam gedung. Jadi kita bagi dua sesi, sesi satu lima kelompok dan sesi dua lima kelompok. Jadi ketika sesi pertama sudah selesai mereka bisa kembali ke tempat asal masing-masing dan gantian yang sesi dua” ujar Presiden BEM UNISNU.


Persiapan dari peserta lomba bervariasi ada yang satu minggu dan ada yang hanya tiga hari. Namun, peserta sangat antusias karena di masa pandemi jadwal kegiatan mereka terputus karena PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dan festival-festival banyak yang diadakan secara online. mereka mengikuti lomba ini karena sudah lama tidak mengikuti lomba secara offline. Selain itu, dengan mengikuti lomba ini menjadi tolak ukur kemampuan dari tim rebana mereka sampai mana. “Alasan ikut meramaikan acara ini salah satu tujuannya untuk menjadi tolak ukur kemampuan kita, evaluasi kita, tim kita ini sampai mana nanti kita evaluasi semua kalau ada kekurangan nanti kita tambah lagi.” Ujar Muhammad Ulil Absor dari tim Rebana Syubbanul Waton.


Acara ini dibuka langsung oleh wakil rektor 3 Bapak Gun Sudiryanto. setelah pembukaan dilanjut dengan pelaksanaan lomba yang dipandu oleh Dwi putri abiani dan Ahmad Fatih. Acara lomba berjalan dengan lancar peserta demi peserta menampilkan penampilan terbaik dari tim masing-masing. Lomba ini ditutup dengan pengumuman pemenang lomba. juara 1 diraih oleh tim rebana El Hijaz, juara 2 diraih oleh Al Khaidir, Juara 3 diraih oleh Syubbanul Waton. (HAW/LPM Burs@)

Comments

Popular posts from this blog

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus