Skip to main content

Pembukaan Prodi Ilmu Hukum Unisnu Jepara, Tim : Studi Kelayakan Tengah Disusun

Dr. Wahidullah, M.H. ketua tim dan Nor Soleh, M.H Sekretaris

Jepara-Pengembangan pendidikan tinggi  menjadi keniscayaan dalam merespon kom-pleksitas pembangunan yang berkelanjutan, tak terkecuali penyiapan sumber daya manusia yang terampil dan tangguh dalam berbagai bidang. Eksistensi perguruan tinggi sebagai garda terdepan penyokong tenaga ahli dan terampil dalam multidispilin ilmu dituntut memberikan tawaran yang beragam bagi masyarakat. Terlebih kondisi kebangsaan akhir-akhir ini yang serba rumit membutuhkan kader pendobrak yang cakap mengatasi persoalan bangsa. 

Dalam konteks lokal, Jepara dengan potensi wisata yang mempesona hingga mancanegara bahkan dunia internasional serta aneka ragam keunikan yang menjadi ciri khas kabupaten ini menjadi satu faktor penting yang tidak dapat dinafikan. Eksistensi Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara sebagai perguruan tinggi swasta terbesar di Jepara, bahkan menjadi peringkat 4 di level Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama se-Indonesia diharapkan mampu memberikan kontribusi baik pemikiran maupun melalui penyediaan tenaga sumber daya manusia unggul yang kompetitif sesuai bidangnya.

Kenyataan tersebut tidak dibiarkan begitu saja, Fakultas Syari'ah dan Hukum yang merupakan salah satu Fakultas tertua di UNISNU Jepara membuat gebrakan dengan inisiasi pembukaan prodi baru Ilmu Hukum. Melalui pembukaan prodi baru ini, diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat khususnya Jepara yang sangat butuh dengan ilmu tersebut dalam kerangka menghadapi tantangan dan peluang masa depan. Hari ini Jepara sudah menjadi kota industri yang ditandai dengan merabaknya pabrik-pabrik yang menyedot tenaga kerja yang banyak, tak terkecuali dari luar daerah. Banyak problematika yang muncul baik dari sisi ketenagakerjaan dan problem lingkungan yang membutuhkan perhatian khusus, melalui penyediaan prodi ilmu hukum setidaknya dapat memberikan pengetahuan dan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan melek hukum dan menjaga daerah dan lingkungannya dari penyalahgunaan.

Nor Soleh, M.H. selaku sekretaris tim pembukaan membeberkan bahwa kini tim yang telah dibentuk oleh Dekan Fakultas Syari'ah dan Hukum sedang menyelesaikan studi kelayakan pembukaan prodi ilmu hukum. Studi kelayakan ini dilakukan melalui penyebaran kuisioner dengan metode survey online yang menyasar kepada calon mahasiswa baru, masyarakat, dan mahasiswa Unisnu Jepara. 

"Pasca munculnya permendikbud No. 7 tahun 2020 dan kebijakan merdeka kampus yang digagas mas menteri memberikan peluang signifikan bagi PTS yang telah terakreditasi A atau B semisal Unisnu Jepara untuk mengembangkan dirinya dengan membuka prodi baru. Nah, pada kesempatan ini kita berikhtiar mewujudkan Prodi Ilmu Hukum", beber Nor Soleh kepada awak media.

Sementara Dr. Wahidullah, M.H. selaku ketua tim melalui telepon mengkonfirmasi bahwa pendirian prodi baru ilmu hukum di Unisnu Jepara sudah digagas sejak tahun 2007 namun terkendala karena moratorium, untuk tahun ini tidak dapat ditawatar, kita akan siapkan segala sesuatunya dan harapan kami September 2020 sudah dapat menerima mahasiswa baru.

Tim pendirian prodi baru Ilmu Hukum Unisnu jepara yang dibentuk oleh Dekan Fakultas Syari'ah dan Hukum Unisnu Jepara terdiri dari Dr. Wahidullah, M.H. (Ketua), Nor Soleh, M.H. (Sekretaris), Rukhaniyah, M.H. (Bendahara), dan Amrina Rosyada, M.H. (Anggota). 

Dalam waktu dekat ini akan segera dirampungkan dokumen studi kelayakan sebagai dokumen penting dalam menentukan keputusan pembukaan prodi oleh Yaptinu Jepara.

Kami mohon dukungan dari berbagai pihak dengan berkontribusi melalui pengisian survey online melalui akun 
fb : soleech chanel 
dan isi kuisioner melalui link https://s.id/SurveyIlmuHukum
Mudah-mudahan ikhtiar ini dimudahkan oleh Allah SWT. Amin.

Comments

Popular posts from this blog

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus