Skip to main content

Kantin Baru, Pedagang Harus Bayar Pajak 5% Perhari

Unisnu Jepara, LPM BURSA
Ilustrasi Pajak
LPMBURSA.COM, Jepara- Kantin yang dulunya terletak di samping masjid kampus, kini sudah berpindah tempat karena lokasi semula dijadikan sebagai taman kampus dalam rangka perbaikan tata ruang kampus agar tertib, rapi dan nyaman terlebih. 


Bangunan yang baru berdiri kurang lebih 2 bulan tersebut, terletak di sebelah utara gedung Rektorat yang dibangun dengan satu lantai terdiri dari 12 ruangan. Para pedagang kantin diberikan satu ruangan dengan rencana sewa 4 juta pertahun untuk tiap-tiap ruangan tersebut. Hal ini menjadikan keluh kesah bagi para pedagang karena biaya sewa yang begitu mahal. Selain biaya sewa tesebut para pedagang juga dikenakan pajak 5% perharinya. Dengan diterapkannya biaya sewa pertahun dan juga diberlakukan pajak perhari ini membuat para pedagang merasa keberatan. 

Pemindahan lokasi kantin yang semula sangat strategis karena terletak di tengah-tengah komplek kampus sekaligus bersebelahan dengan masjid, para pedagang mengakui bahwa penghasilannya menurun dibanding kondisi sebelumnya karena pengunjungnya semakin berkurang lantaran lokasi yang sekarang berada di ujung utara. “pengunjungnya tidak seramai dulu, tidak seperti waktu masih di kantin yang lama, mungkin karena lokasi yang terlalu jauh dari gedung fakultas. Waktu jualan pun tak seperti di kantin yang lama, dulu masih bisa jualan sampai sekitar jam 5, sekarang habis ashar pun sudah sepi” ujar salah satu pedagang kantin.

Di kantin baru, masih terdapat beberapa ruangan kosong yang belum terpakai. Kabarnya beberapa ruangan yang masih kosong itu akan dilelang bagi siapapun yang ingin menempati ruang kantin tersebut untuk berjualan, kata salah satu pedagang di kantin. 

Sedangkan untuk kantin yang baru, disitu dipergunakan adanya layanan dari kasir. Sehingga semua pembeli yang makan di kantin membayarnya di kasir. Sedangkan penjual tinggal menerima bersihnya saja. Tetapi untuk layanan kasirnya sendiri belum berjalan sampai saat ini. (Redaski)

Comments

Popular posts from this blog

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus