Skip to main content

“Mbalekake Eksistensi Eling Kerjo nyoto”

Pelantikan Sangar Seni Eling periode 2014/2015 kemarin, merupakan perwujudan eksistensi Eling sebagai bagian dari Cabang PMII Jepara. Sebagai organ dengan anggota yang rata-rata sebagai orang penting, diantaranya Ketua Rayon, Sekertaris Organ, dan lain sebagainya, sehingga dalam perjalanannya organisasi ini banyak mengalami naik turun dalam semangat menjalankan roda organisasi.

Namun dengan Usia yang ke 8 periode kepengurusan dan terbentunya kepengurusan yang dilantik kemarin merupakan Bukti Eksistensi BSO ELING, selaras dengan sambutan dari Ketua PMII Cabang Jepara Ainul Mahfudh, “Eling merupakan bagian dari wadah sahabat-sahabat yang suka akan seni, dan utuk keberlanjutan pengekpresian, dan penerusan dari fading father (pendahulu) kita di waktu itu yang membentuk eling, maka perlu menjaganya dan saat MAPANE (Masa Penerimaan Anggota Eling) nanti dapat merekrut sahabat-sahabat yang potensial dalam bidang seni.”

Sangar Seni eling Merupakan Badan Semi Otonom (BSO) PMII Cabang Jepara, yang bergerak dalam bidang seni. Baik seni tari, seni Musik, seni Lukis dan gambar, dan segala bentuk kesenian lainya.

Setelah 4 bulan berlalu, dengan penantian, polemik dan dinamika yang ada maka dengan berbagai usaha untuk menyatukan dari sedulur-sedulur yang sibuk dengan kerjaan masing-masing, akhirnya pada 22 November 2014 resmi terbentuk kepengurusan Sangar Seni Eling periode 2014-2015 dengan berbagai pegurus yang berasal dari berbagai Rayon. Yaitu Rayon Syari’ah & Hukum, Rayon Tarbiyah & Ilmu Keguruan, Rayon dakwah & Komunikasi, Rayon R.A Kartini FEB,  dan masih menantikan Sahabat dari Rayon Saintek utuk masuk kedalam kepengurusan Sangar Seni ELING nantinya. Pelantikan yang bertemakan “Mbalekake Eksistensi Eling Kerjo Nyoto” bertujuan Eling kedepan dapat Mewarnai seni di Jepara umumnya dan di PMII khususnya dengan kesolitan dari Pengurus tentunya.
Salam budaya! Salam Pergerakan!

Comments

Popular posts from this blog

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus