Skip to main content

SAPA REDAKSI

 

Yang Kecil, Yang Berharga

Salam Pers,

Alhamdulillah, tiada kata yang patut diutarakan selain puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa membimbing hambanya untuk mencapai klimaks yang diidam-idamkan serta hidayah dan maghfiroh sehingga bulletin QOLAM edisi September 2011 terbit dan mengisi jeda fikir dalam ilustrasi khazanah para mahasiswa, khususnya Fakultas Syari’ah INISNU Jepara. Ini sebagai bukti bahwa LPM BURSA dengan komitmen dan loyalitas yang tinggi masih mengawal dan memberi asupan warna dalam dinamika intelektual kampus tercinta ini. Tentunya bukan suatu hal yang ringan dalam eksistensi dunia pers mahasiswa.

Dalam edisi kali ini, QOLAM mengangkat tema “TKI, Tumbal Kekayaan Indonesia. Realita dan Fakta” terkesan ekstrem dari sisi bahasa tapi dibalik itu, uraian fakta dan realita yang sedang megelisahkan masyarakat Indonesia, terkhusus Tenaga Kerja Indonesia (TKI) coba kami tengahkan kehadapan public, bahwa inilah realita. Pro dan kontra mutlak ada dalam setiap situasi, hanya dengan refleksi dan kebesaran hati bersama-lah yang membuat kita mampu berfikir sehat dan bijak dalam menanggapi problematika yang ada. Disisi public, citra pemerintah menangani permasalahan ketenaga kerjaan terkesan lambat dan tanpa kejelasan, maka inilah PR pemerintah Indonesia tidak hanya menangani permasalahan TKI saja tetapi lebih pada pembenahan citra dan kepercayaan warga negara terhadap.ulil amri-nya.

Pembaca yang budiman,

Di ruang lain redaksi juga  mengekspos OSPEK (Orientasi Studi Pengenalan Kampus) yang menjadi pintu gerbang dunia akademika, asumsi yang telah berkembang dewasa ini menjadikan OSPEK sebagai sesuatu yang mesti direvisi atau bahkan ditiadakan, tapi hal ini bukanlah demikian.

Di penghujung sapa, ucapan terima kasih kepada semua pihak khususnya Dekan Fakultas Syari’ah INISNU Jepara, konco-konco Syari’ah dan Donator yang telah mensuport kami demi kesuksesan penerbitan bulletin QOLAM. Harapan kami dengan hadirnya QOLAM dapat senantiasa lekat di pangkuan baca para pembaca. Akhirnya sampai disini kami mengantar, terucap selamat membaca, semoga QOLAM senantiasa menjadi inspirasi sekaligus spirit bagi kita semua. 
Amin.

21 Oktober 2011
Redaksi

 

Comments

Popular posts from this blog

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus