Skip to main content

KPUM Gelar Debat Terbuka di Bulan Kesibukan



Tahunan- LPM Burs@, Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) Unisnu Jepara kembali menggelar Debat Terbuka Calon Presiden & Wakil Presiden dan Calon Gubernur & Wakil Gubernur di Ruangan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) lantai 3 pada Sabtu (06/08). 

Acara dengan tema “Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan Mahasiswa Demi Nama Baik Unisnu” ini dihadiri oleh Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unisnu Jepara, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Unisnu Jepara, Calon Presiden dan Wakil Presiden, Calon Gubernur (Cagub) dan Wakil Gubernur (Cawagub) BEM Fakultas, Perwakilan partai PPMU dan Gemalika, Gubernur Fakultas dan perwakilan ormawa Unisnu Jepara. 

Kegiatan ini dilakukan pada bulan Agustus, dimana pada bulan ini mahasiswa Unisnu Jepara sedang sibuk melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), liburan semester dan kegiatan lain. Sehingga tak heran kehadiran para calon Debat Terbuka kali ini dapat menjadi sorotan dimana kehadiran pasangan calon tidak lengkap. Hal ini dapat dilihat dari Cagub dan Cawagub BEM Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) tanpa kehadiran Cagub Paslon 1, ketidakhadiran Cagub dan Cawagub BEM Fakultas Sains dan Teknologi (FST), dan ketidakhadiran Capres dan Cawapres Paslon 2. Menanggapi hal ini, salah satu Pengurus KPUM mengatakan “Dari KPUM sudah mensiasati, menghubungi Partai, DPM, maupun calonnya. Mungkin dari kami juga sedikit ndadak juga ya. Karena dari kami juga baru dan ketuanya sendiri juga sedang PPL. Kita terpaku dengan massa. Beberapa kali juga sudah menghubungi partai dan masalah tidak hadirnya calon tadi bukan kuasa dari kami karena kami hanyalah penyelenggara bukan partainya. Jadi mau hadir atau tidak silahkan karena tidak ada konsekuensinya”.  

Rangkaian acara Debat Terbuka dimulai dengan pembacaan tata tertib pada pukul 14.30 setelah sambutan dari Ketua Umum KPUM, Presiden BEM, dan Presidium DPM Unisnu Jepara. Dilanjutkan dengan sesi inti Debat dan Dialog Terbuka secara berurutan dari Cagub dan Cawagub BEM FSH, BEM FTIK, BEM Fakultas FST, BEM Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB), dan BEM Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK). Diantara nama nama Cagub dan Cawagub diantaranya: 

1. BEM FSH

Paslon 1

Paslon 2

(Cagub) Muhammad Habibur Zam-zami

(Cagub) Zahri Amin Sabiq

(Cawagub) Azwar Anas

(Cawagub) Yessy Puspita Sari

2. BEM FTIK 

Paslon 1

Paslon 2

(Cagub) Mohamad Irbabul Lubab

-

(Cawagub) Nanda Eka Saputra

 

3. BEM FST

Paslon 1

Paslon 2

-

(Cagub) Waladan As'ada

 

(Cawagub) M. Rifki Nawwaf

4. BEM FEB

Paslon 1

Paslon 2

-

(Cagub) Imroatul Kamila

 

(Cawagub) M. Reza Bayu Setiawan

5. BEM FDK

Paslon 1

Paslon 2

-

(Cagub) Ananda Wahyu Oktavian

 

(Cawagub) Evy Roslina Azzahra

Sedangkan pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden yaitu 

Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden

Paslon 1

Paslon 2

Capres : M. Hasib Hilmi

Capres : M. Izzun Nidhom

Cawapres : Muftarikhin

Cawapres : Chafid Ulil Yusup

Sesi inti Debat terbagi menjadi empat segmen. Pertama, penyampaian visi dan misi selama 2 menit perpaslon. Kedua, Paslon menanggapi pertanyaan dari fakultas dengan total waktu 12 menit. Ketiga, pertanyaan dari masing-masing paslon dengan total waktu 14 menit. Keempat, pertanyaan dari mahasiswa Unisnu Jepara dengan jumlah total 2 pertanyaan dalam waktu 4 menit. Hal ini seperti pertanyaan yang diajukan oleh Gubernur FDK yang ditujukan kepada Cagub dan Cawagub FTIK mengenai “Bagaimana tanggapan mengenai pisahnya region hijau, dimana region hijau memang sudah terlahir dari beberapa tahun lalu. Untuk paslon, apakah kedepannya tetap berkomitmen region hijau tetap ada tiga fakultas atau terpisah lebih efektif daripada bertiga membangun kebersamaan?”. 

Akhir acara ditutup dengan foto bersama antar paslon, Presiden BEM U, dan DPM. Menanggapi kegiatan ini, Ketua Umum KPUM memaparkan harapan diadakannya kegiatan kali ini “Harapannya Unisnu Jepara bisa menjadi universitas terbaik dengan pemimpin sebagaimana baiknya” ungkap Nurul Syafitri Imron. (BZ/LPMBurs@)

Comments

Popular posts from this blog

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus