Skip to main content

Kuatkan Silaturrahmi Antar Ormawa BEM U Gelar Halalbihalal, Madilog dan Jaming Session

Wapres dan moderator memandu jalannya diskusi

Tahunan-LPM Burs@, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Nahdlatul Ulama (BEM Unisnu) Jepara adakan halal bihalal, Mahasiswa Berdialog (Madilog) dan jaming session. Bertempat di Auditorium Perpustakaan lantai 3 Unisnu Jepara pada Kamis (12/5).

Kegiatan ini diawali dengan pembukaan dan dibuka langsung oleh Wakil Presiden Mahasiswa Doni Indra Saputra. Dilanjutkan Madilog dan jaming session. Point utama dalam Madilog kali ini adalah mengajak mahasiswa dan Ormawa agar saling bersinergi dalam mengawal isu dana sarpras (sarana prasarana), realisasi anggaran dan kejelasan peruntukan dana Muawanah. Khadavi (KEMENSOSPOL) menjelaskan bahwa tekanan dari pihak kampus untuk menghentikan isu pengawalan realisasi dana sarpras cukup kuat. Meskipun begitu, Ormawa sepakat untuk mengawal isu tersebut sampai tuntas.

Selain Madilog terkait isu dana sarpras, hadir pula dalam acara tersebut Santi Andriani Ketua Lembaga Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Unisnu Jepara. BEM U gandeng PSGA sosialisasikan isu kekerasan seksual dan gender. Santi menegaskan bahwa PSGA perlu sinergitas mahasiswa untuk merespon dokumen yang segera dirilis PSGA dalam melegalkan PUG (Pengarus Utaman Gender), serta pembentukan Satgas Gender untuk mengawal kekerasan seksual di lingkungan kampus.

Santi tengah mensosialisasikan lembaga PSGA

"Harapannya kegiatan ini bukan sebagai formalitas saja namun gender dan masalah kekerasan seksual adalah tugas kita bersama, sehingga lingkungan kampus yang nyaman dan zero toleransi KS bisa terwujud" tandas Santi.

Harapan adanya kegiatan ini menurut Doni dalam sambutannya adalah untuk menjalin silaturahmi antar Ormawa, membangun budaya diskusi dengan adanya Madilog. Acara ditutup dengan penampilan Bandt@ Unisnu dan Halal Bihalal. (RA-IS/LPM Burs@)

Comments

Popular posts from this blog

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus