Skip to main content

Mengasah Pengetahuan Mahasiswa Hukum Keluarga Islam dalam Dinamika Alur Litigasi Peradilan Semu

 


Tahunan-LPM Burs@, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Keluarga Islam (HKI) gelar kegiatan Pelatihan Peradilan Semu yang dilaksanakan di Ruang Peradilan Semu Fakultas Syariah dan Hukum lantai 2 Unisnu Jepara pada Jumat (15/04).


Hadir dalam kegiatan tersebut yaitu Pengurus HMPS HKI, Mahasiswa semester 2 dan 4 Program Studi HKI serta Imron Choeri selaku pemateri dalam kegiatan Peradilan Semu.


Kegiatan tersebut mengangkat tema "Mengasah Pengetahuan Mahasiswa Hukum Keluarga Islam dalam Dinamika Alur Litigasi Peradilan Semu". Tujuannya yaitu agar mahasiswa hukum dapat mengetahui dan memahami alur dari peradilan semu yang sebenarnya. "Dalam Pelatihan Peradilan Semu ini mahasiswa diajari dan mendapatkan pengetahuan mengenai bagaimana proses dan juga mahasiswa hukum ini tentunya memiliki sesuatu yang diimpikan sehingga ketika terjun diranah hukum tidak bingung alur dari Peradilan Semu tersebut" pungkas Indra Pradana selaku Bupati HMPS HKI.

Ika Laila selaku Wakil Gubernur BEM Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) mengatakan bahwa “Nanti kalau temen-temen keluar dari ruangan setidaknya ada pengalaman dan pengetahuan yang sebelumnya belum mengetahui dan belum pernah dipraktikkan di dalam kelas karena di dalam kelas kita semua belajar mengenai teori, hal ini apa yang didapatkan di dalam kelas akan kita praktikkan bersama sehingga setelah selesainya acara ini tidak selesai begitu saja tetapi untuk kesan dan kemanfaatan kita semua”. 


Dalam Praktik Peradilan Semu terdapat pihak-pihak yang berwenang dalam memutuskan perkara dalam Peradilan Semu diantaranya, Hakim ketua, Hakim Anggota 1, Hakim Anggota 2, Panitera, Penggugat, Tergugat, Kuasa Hukum Penggugat, Kuasa Hukum Tergugat, Saksi Tergugat 1, Saksi Penggugat 1, serta saksi penggugat 2. “Dengan adanya ruang praktik peradilan semu temen-temen bisa melakukan praktik sebanyak mungkin sehingga membuat temen-temen menjadi memiliki keterampilan yang matang setelah lulus syukur-syukur dapat menunjang yang besok akan ikut dalam dunia peradilan”.ungkap Mayadina selaku Dekan FSH.


Kegiatan tersebut berjalan dengan lancar tanpa ada halangan suatu apapun baik dari segi tempat maupun yang lainnya. (LPM Burs@/FFN)

Comments

Popular posts from this blog

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus