Skip to main content

Gali Jiwa Entrepreneur Muda, HMPS PS Gelar Business Plan Competition

Foto Bersama: Semua grand finalis business plan competition melakukan foto bersama

Tahunan- LPM Burs@, Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum Unisnu Jepara yang bergabung dalam Himpunan Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah ( HMPS PS ) mengadakan Kompetisi Business Plan Tingkat Se-Karesidenan Pati. Pendaftaran dan pengumpulan proposal sudah dimulai sejak akhir Februari kemarin.

Kompetisi Business Plan ini digelar dengan tema “Membangun Jiwa Entreprenuer dalam Optimalisasi Kearifan Lokal di Era Society 5.0 “.

Pendaftaran serta pengumpulan proposal dilakukan secara daring melalui platform google form dan final digelar secara luring dikampus Unisnu Jepara. Setelah melalui tahap seleksi proposal, terpilih empat sekolah yang masuk ke babak final yakni SMK N 1 Cluwak judul “Motorcycle Smart Control Berbasis Android”, SMA N 1 Kudus judul “Proposal Usaha Basreng Demon”, SMK N 1 Cluwak judul “Touchless Portable Handsanitizer (Toupo New Mantap) , MA Matholibul Huda Mlonggo judul “Fresh Market Digital Greeney Agiculture For Digital Fresh Market”.

Babak final digelar di ruang 2D Gedung Hijau Lt.2 komplek Unisnu Jepara pukul 09.00 sampai dengan 12.30 WIB, Minggu (5/03). Dalam sambutannya pada pembukaan acara, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Mayadina Rohmi Musfiroh, menyampaikan bahwa “Dengan diadakannya kegiatan ini untuk membangun, men-challenges calon-calon generasi muda dalam melakukan bisnis, ide, gagasan, impian jangan cuma membuat sebuah bisnis diatas kertas saja namun diwujudkan secara nyata”. 

Finalis: Tampak finalis sedang mempresentasikan proposal bisnisnya di hadapan juri dan finalis lainnya

Dalam penyelenggaraan babak final, ada tiga dewan juri yang semuanya berasal dari jajaran dosen Fakultas Syariah dan Hukum, yakni Muhammad Jamhari, Ahmad Fauzan Mubarok dan Cahyaning Budi Utami. Setelah masing-masing tim mempresentasikan produk usaha mereka selama 22 menit dan sesi tanya jawab dari dewan juri. SMK N 1 Cluwak dinyatakan sebagai juara satu dengan proposal usaha menciptakan “Touchless Portable Handsanitizer (Toupo New Mantap). Diikuti oleh MA Matholibul Huda Mlonggo sebagai juara dua dengan produk "Fresh Market Digital Greeney Agiculture For Digital Fresh Market". Lalu SMK N 1 Cluwak sebagai juara 3 dengan Proposal "Motorcycle Smart Control Berbasis Android". Lalu yang terakhir sebagai juara harapan satu SMA N 1 Kudus dengan Proposal Usaha Basreng Demon. Ketiga juara mendapatkan Tropy, Sertifikat, Uang Pembinaan dan Voucher gratis pendaftaran masuk Prodi Perbankan Syariah dan untuk juara harapan mendapatkan Plakat, Sertifikat, Voucher gratis pendaftaran masuk Prodi Perbankan Syariah.

Selain untuk membangun jiwa entrepreneur, lomba ini juga ditunjukan untuk melestarikan kearifan local di Era Society 5.0 dimasukannya dalam perencanaan bisnis.

“Tujuan mengadakan Business Plan adalah untuk membantu siswa-siswi dalam meningkatkan inovasi dan memupuk jiwa entrepeneurship dalam diri mereka, sekaligus menjadi ajang promosi Prodi Perbankan Syariah dan Hukum di Unisnu Jepara" Tutur Vicky Laily Shofi, selaku Bupati Hmps PS.

(DA/LPM Burs@)

Comments

Popular posts from this blog

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus