Skip to main content

“Pentas Refleksi sebagai Pengembangan Diri dan Kemampuan Berkreasi Generasi Teater Tuman”

 


 Tahunan-LPM BURS@, teater Tuman (Tukul Manfaat) gelar pertunjukan seni bertajuk pentas refleksi pada sabtu (12/02). Teater Tuman memulai aksinya dengan persembahan pentas refleksi dengan judul “Dukun-dukunan” yang disutradarai oleh Ahmad Indra Yudha. Pentas yang diikuti oleh seluruh anggota lama dan baru teater Tuman, akan tetapi dalam pentas refleksi full dilakukan oleh anggota baru, pementasan ini menuai banyak tepuk tangan, karena penampilan yang begitu memukau oleh anggota baru teater Tuman. Kegiatan pentas refleksi diadakan sebagai perecruitan awal anggota baru teater Tuman dalam memasuki dunia kesenian.

 Pentas refleksi teater Tuman 2022 ini banyak mengundang teater-teater luar seperti sesepuh teater Tuman, Teater satus dari kudus, Teater tiga koma, beberapa teater dari SMA dan banyak lainnya. Konsep yang diusung sesuai dengan naskah yang diangkat seperti properti yang digunakan ada gamelan, dan lebih identik dengan Jawa dan Jepara. Dengan mengusung konsep yang kejawen dan memperkenalkan Jepara maka seluruh anggota dalam pementasan mengenakan baju dengan bahan dasar kain tenun, kebaya, dan barang-barang Lainnya yang menunjukkan ciri khas Jawa.

 Pentas refleksi ini mempunyai banyak cerita dalam masa latihan dan proses pematangan konsepnya, mulai dari masalah waktu yang sangat singkat, proses mendalami peran, memahami naskah agar pesan yang disampaikan pemeran dapat tersampaikan ke penonton dan masih banyak lainnya. Akan tetapi itu tidak membuat surut semangat anggota baru teater Tuman, karena Tuman mempunyai arti “Tukul Manfaat” semakin tumbuh akan bermanfaat yang menjadikan alasan semakin semangat dalam belajar dibidang kesenian.

(Maul / LPM Burs@)

Comments

Popular posts from this blog

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus