Skip to main content

Harapan Mencetak Ahli Falak, LKIF adakan DIKLAN


TAHUNAN-LPM BURS@, Lembaga Kajian Ilmu Falak (LKIF) berkolaborasi dengan PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) adakan Pendidikan Lanjut (Diklan) Ilmu Falak pada, Sabtu (05/22).

Bertempat di Rumah Joglo Semat Tahunan Jepara, kegiatan Diklan kali ini merupakan kegiatan lanjutan dari Pendidikan Dasar (Diksar) Ilmu Falak yang dilaksanakan pada bulan Januari lalu, berbeda dengan sebelumnya kali ini LKIF menggandeng PMII untuk berkolaborasi dengan harapan pengurus LKIF dan PMII bisa bersama-sama membimbing dan mengarahkan para anggota kader baru khususnya dalam Ilmu Falak.

Mengangkat tema "Mengaktualisasikan Ilmu Falak Di Era Milenial" kegiatan Diklan tersebut diikuti sebanyak 30 peserta yaitu dari Program Studi (Prodi) Hukum Keluarga Islam (HKI), dan Perbankan Syari'ah (PS). Hadir dalam acara Diklan, Hudi selaku Pembina LKIF dalam sambutannya berharap bahwa para peserta bisa memahami materi yang disampaikan sehingga nantinya ada kader-kader baru penerus selanjutnya "Harapan dari Unisnu ada bibit-bibit yg bisa diandalkan Jepara, yaitu dengan adanya kader kepengurusan ilmu falak dalam lima tahun kedepan akan ada kepengurusan yang lebih baik" ungkap Hudi.

Terdapat dua materi dalam kegiatan Diklan tersebut, yang pertama yaitu Menghitung arah Kiblat, materi tersebut ditujukan agar para Mahasiswa yang mengikuti Diklan dapat memahami dan mempraktikkan bagaimana cara untuk menghitung atau mencari arah kiblat. Dan materi yang kedua yaitu, Peneropongan, bertujuan agar para peserta diklan bisa memahami bagaimana cara memasang dan mengoperasikan teropong dengan benar. 

Meskipun terkendala hujan lebat yang mengakibatkan para peserta tidak bisa langsung praktik di luar ruangan, acara tersebut cukup sukses dengan banyaknya para peserta yang hadir. (Isti/LPM Burs@)

Comments

Popular posts from this blog

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus