Skip to main content

ORSHA gelar Dies Natalis Orsha ke-9



Jepara - LPM Burs@, Organisasi Bahasa (Orsha) Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara (Unisnu) menyelenggarakan kegiatan Dies Natalis ke-9 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Orsha ke-9 dengan mengangkat tema " The celebration is on cloud 9 in language diveresity". Seperti yang dituturkan oleh ketua Orsha, Aprilia Normalitasari bahwa makna tema tersebut diangkat dari kata _celebration_ yang berarti perayaan dan arti kata _idiom on cloud nine_ yang berarti kebahagiaan. 


Kegiatan yang dimulai usai adzan maghrib berkumandang ini diselenggarakan di Auditorium Perpustakaan lantai 3 Unisnu pada Sabtu (29/1/22). Hadir dalam acara tersebut yakni dari anggota orsha sendiri dan tamu undangan dari seluruh Unit Kegiatan Khusus (UKK) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unisnu Jepara, alumni Orsha, serta dari Organisasi Bahasa Universitas Wahid Hasyim Semarang (Unwahas). 


Acara ini diawali dari pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Unisnu, Yalal Wathon, tahlil serta sambutan. Secara resmi acara ini dibuka oleh Wakil Presiden, Doni Hendra Saputra sekaligus potong kue ulang tahun sebagai simbol perayaan. Selain itu juga dimeriahkan dengan adanya penampilan speech, story telling, khitobah, syiir, hikayat, poem, tari, dan teater.  


Acara yang berjalan lancar tentu juga diseimbangkan dengan persiapan yang matang. Hal ini seperti yang dituturkan oleh Tania Risa Daniarti, ketua panitia "Persiapan acara sudah dimulai dari pertengahan Desember dan setiap minggu juga diadakan Rapat Tindak Lanjut (RTL) mengenai acara ini. Sedangkan kendalanya hanya pada anggota yang nggak full member tetapi dari koordinator sendiri dapat mengcover mereka," Adapun harapan diadakannya acara ini "Harapannya member Orsha kalau keluar dari Orsha itu mendapatkan sesuatu. Sesuatu ini bermakna seperti pengalaman bagaimana cara bersosialisasi, mengatur acara, dan lain lain," jelas Aprilia, selaku Ketua Orsha. (BMZ/ LPM Burs@)

Comments

Popular posts from this blog

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus