Skip to main content

AUDIENSI KKN 2: BELUM TERDAPAT TITIK TERANG (COOMING SOON AUDIENSI KKN-3)

 

TAHUNAN-LPM BURS@, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara (BEM U) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) melaksanakan Audiensi KKN 2 pada Rabu (15/12). Audiensi dilakukan sebagai tindak lanjut audiensi pertama perihal transparansi dana Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara yang dilaksanakan pada September 2021. Bagian Ka. Keuangan Biro 2 UNISNU beserta bendahara umum Yayasan Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (YAPTINU) turut hadir sebagai narasumber utama dalam audiensi tersebut.

Audiensi kedua dilaksanakan di Ruang Pascasarjana UNISNU Jepara. Delapan belas peserta hadir dalam audiensi meliputi pihak Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM U) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UNISNU sebagai perwakilan mahasiswa UNISNU dalam menyampaikan aspirasi mereka.

Salah satu peserta audiensi menanyakan kepada kedua narasumber mengenai kejelasan alokasi dana 4 Satuan Kredit Semester (SKS) yang dibebankan kepada mahasiswa dan dana Rp 800.000 yang dibebankan dalam kegiatan KKN.

“Mengenai alokasi dana 4 SKS dan biaya KKN sejumlah Rp 800.000 itu alokasi dananya diperuntukkan untuk apa saja ya?”, tanya salah seorang audien KKN.

Dana SKS dialokasikan untuk subsidi silang kegiatan Universitas. Dari awal periode ajaran baru, pihak universitas sudah melakukan penyusunan program kerja selama satu periode untuk universitas. Jika menanyakan perihal rincian dana SKS KKN digunakan untuk kegiatan apa, dari pihak narasumber tidak dapat merincikan. Dikarenakan dana SKS yang diperoleh akan dilebur menjadi satu anggaran yang kemudian digunakan untuk operasional kampus.

“Dana SKS KKN tidak dapat dirincikan penggunaannya untuk apa, karena adanya subsidi silang. Dari awal sudah diadakan progja, ada juga rapat anggaran yang dilakukan. Anggaran yang dirapatkan mengenai anggaran penerimaan dan anggaran belanja. Anggaran penerimaan itu meliputi SPP yang dibayarkan oleh mahasiswa. Sehingga jika ditanyakan rinciannya dana 4 SKS KKN digunakan untuk apa, dananya tetap digunakan untuk operasional kampus dan feedbacknya juga pada mahasiswa”, jawab Ka. Biro 2 UNISNU bag. Keuangan.

Penetapan anggaran KKN sejumlah Rp 800.000 pun menjadi pertanyaan mahasiswa peruntukkannya digunakan untuk apa dan siapa yang menetapkan jumlah tersebut. Dikarenakan disini terdapat kerancuan mengenai alokasi dana KKN Rp 800.000 dan biaya 4 SKS KKN yang dibebankan.

Umar Dani, selaku bendahara umum YAPTINU memaparkan jika perihal keuangan KKN sudah masuk dalam ranahnya universitas. Beliau menegaskan jika jumlah dana KKN sebesar Rp 800.000 yang menetapkan adalah pihak panitia KKN yakni Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNISNU bukan dari YAPTINU. 

Sedangkan dalam audiensi pertama yang dilangsungkan pada Jumat (03/12) di Gedung Pascasarja UNISNU dengan pihak LPPM memaparkan jika biaya KKN sejumlah Rp 800.000 adalah keputusan dari YAPTINU. Dari sini timbul gap antara penjelasan dari audiensi pertama dengan audiensi kedua. Sehingga dari pihak BEM U mengupayakan akan diadakan audiensi KKN 3 dengan melibatkan seluruh pihak baik dari YAPTINU, Universitas, LPPM, dan juga mahasiswa yang melaksanakan KKN dikarenakan belum terdapat titik temu mengenai kejelasan alokasi dana KKN baik dari biaya 4 SKS yang dibebankan ataupun biaya Rp 800.000 yang dibebankan.

“Berdasarkan hasil audiensi KKN 2 yang dilaksanakan hari ini, kami perwakilan dari Kementerian Sosial dan Politik (Kemensospol) BEM U akan mengupayakan adanya audiensi KKN 3 dikarenakan belum adanya titik terang mengenai alokasi dana KKN baik dari segi SKS ataupun biaya KKN sejumlah Rp 800.000“, ungkap perwakilan Kemensos BEM U.

(Ain/Lpmburs@)

Comments

Popular posts from this blog

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus