Skip to main content

Sistem Beasiswa Tahfidz tidak jelas, BEM Universitas adakan audiensi dengan Biro 1



Tahunan- LPM Burs@, BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) UNISNU (Universitas Islam Nahdlatul Ulama) Jepara, dibawah koordinasi Kemensospol (Kementrian Sosial Politik) dan Kemendagri (Kementrian dalam negri) adakan audiensi dengan Pihak biro 1 terkait sistem Beasiswa Tahfid yang tidak jelas, pada Rabu (17/11).


Bertempat di Gedung Pascasarjana audiensi ini berkaitan dengan hasil koordinasi yang telah dilakukan oleh Kemendagri BEM Unisnu dengan pihak biro 1 yang dirasa belum menemukan titik terang. Beberapa tuntutan sebelumnya telah di sampaikan oleh pihak BEM yaitu:

1. Kejelasan prosedural pendaftaran, semaan, dan pencairan Beasiswa

2. Feedback jumlah beasiswa untuk Hafidz dan Hafidzah yang hafal 10 Juz, 20 Juz, 30 Juz

3. Realisasi Hak dan Kewajiban penerima Beasiswa Tahfidz (kontrak beasiswa)

4. Revisi peraturan dan prosedural terkait beasiswa tahfidz supaya lebih jelas.


Dari tuntutan yang telah diajukan oleh pihak BEM Unisnu kepada Biro 1, pihak biro 1 mengungkapkan memang tidak adanya legalitas dalam SK (Surat Keputusan) Penanggung Jawab dari rektor terkait penerimaan Beasiswa Tahfidz di unisnu, sejak awal adanya beasiswa tahfid sendiri, yaitu mulai tahun 2015-2021. Serta tidak adanya kontrak hukum penerimaan beasiswa Tahfid mengenai hak, kewajiban dan konsekuensi terhadap mahasiswa penerima beasiswa.


Hudi selaku koordinator yang selama ini mengawal para penerima beasiswa menjelaskan bahwa sistem semaan pun dilakukan jika ada yang datang untuk semaan, baik itu dilakukan di rumah ataupun di masjid Ar-robiyyin. Hal itu dilakukan biar mahasiswa tahfidz bisa menjaga atau merawat hafalannya karena merawat hafalan itu lebih berat dari pada menghafal. Semaanpun banyak mahasiswa yang enggan maju.


Audiensi yang dihadiri oleh beberapa perwakilan dari BEM Unisnu, perwakilan dari BEM Fakultas, serta pihak dari biro 1, berjalan selama 3 jam dengan kondusif. Dari pertanyaan-pertanyaan yang di ajukan dari BEM serta penjelasan dari pihak biro, sehingga mendapatkan beberapa tuntutan yang di ajukan yaitu :

1. Realisasi SK tim penguji secepatnya

2. Mekanisme pendaftaran, semaan dan pencairan di PMB tahun depan sudah clear.

3. Revisi perbaikan SK rektor tentang beasiswa tahfidz

4. Kontrak hukum dari universitas untuk penerima beasiswa tahfidz mengenai hak, kewajiban dan konsekuensi

5. Penerima beasiswa tahfidz wajib hafal 30 juz dan menerima beasiswa secara penuh.


Dari tuntutan yang di ajukan oleh pihak BEM, dari pihak biro akan segera mengupayakan agar secepatnya terealisasi dan mempunyai sistem penerimaan beasiswa tahfidz dengan jelas, Mulyadi selaku pihak biro pun berharap "Mudah- mudahan yg diinginkan untuk program Tahfidz sudah menjadi keputusan untuk benar-benar bisa dimaksimalkan. karena bagaimanapun juga dari pihak UNISNU Jepara dan dari pihak luar juga membutuhkan program Tahfidz tersebut".


Dari hasil audiensi juga mendapatkan hasil kesepakatan bahwa Untuk mahasiswa yang mendapatkan beasiswa akan melakukan sema'an Al-Quran yaitu dari semester 1 sampai semester 7. Dalam peraturan yang ada, bagi mahasiswa penerima tahfidz yang tidak sema’an tidak bisa diberikan beasiswanya. Sekurang-kurangnya 10 juz untuk setiap semester dan ini merupakan aturan PMB (Penerimaan Mahasiswa Baru) Tahun akademik 2021/2022.

( MRF/ LPM Burs@ )

Comments

Popular posts from this blog

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus