Skip to main content

Rapat Re-redaksi dan Pergantian Pengurus LPM Burs@

 

Jepara, Lembaga Pers Mahasiswa LPM Burs@ mengadakan rapat re-redaksi dan pergantian pengurus baru LPM Burs@ 2021-2022 (21/07). Acara ini digelar untuk membahas mengenai Anggaran Dasar dan Anggran Rumah Tangga (AD/ART) serta mengatur kembali tata kelola organisasi untuk keberlangsungan LPM Burs@ periode satu tahun mendatang (2020/2021) sekaligus menentukan Pimpinan Umum yang baru. Berlangsung di rumah Aini Desa Demaan, acara Rapat Re-redaksi dan pergantian pengurus baru LPM Burs@ 2021-2022 berlangsung khidmat dengan dibuka langsung oleh Wakil Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Bapak Hudi. Acara kemudian dilanjutkan dengan sidang Re-redaksi untuk membahas Anggaran Dasar dan Anggaran Anggaran Rumah Tangga LPM Burs@. Dipimpin oleh ketua sidang Muhammad Rizqi, menghasilkan keputusan yang disesuaikan dengan keadaan yang ada dan kebutuhan anggota LPM Burs@ dengan perubahan di beberapa pasal AD/ART.

Setelah sidang sidang Re-redaksi selesai, disambung dengan pembacaan Laporan Pertanggung Jawaban oleh pengurus tahun 2020/2021 untuk melaporkan kinerjanya selama satu periode kepengurusan. Untuk selanjutnya pemilihan mandataris dilakukan secara tertutup. Pada Tahap pencalonan, ada empat nama yang dicalonkan yaitu Erny, Aini, Rizka, dan Istiqomah. Nama-nama yang terpilih kemudian menyampaikan visi-misi untuk kemudian dipilih kembali secara tertutup oleh anggota yang hadir. Dari pemilihan tersebut terpilihlah Istiqomah dengan perolehan suara 9 suara dari 20 peserta yang hadir. 

Sebagai domisioner, Lutviani mengaku excited dan berterimakasih karena LPM Burs@ telah memberikannya banyak pelajaran. Dan berharap di periode selanjutnya lebih baik dari kepemimpimannya, melengkapi apa yang kurang, baik dari segi manajemen redaksi, tata kelola organisasi, atau hal lain.

"Setelah didomis rasanya excited banget dan berterimakasih banyak kepada semua pihak yang turut membantu, karena LPM Burs@ telah memberikannya banyak pelajaran. Dan saya berharap di periode selanjutnya akan lebih baik dari priode kepemimpinan saya, dan mampu melengkapi apa yang kurang dari priode saya, baik dari segi manajemen redaksi, tata kelola organisasi, atau hal lain" ungkap Lutviani.

Di sisi lain, Istiqomah sebagai mandataris terpilih juga menyampaikan perihal rasa terkejut dan optimisnya menjadi mandataris Pimpinan Umum LPM Bursa 2021-2022 mendatang. 

"Sebelumnya tidak pernah terfikir untuk menjadi mandataris PU LPM bursa, tapi dengan adanya saya yang  terpilih itu berarti teman-teman mempercayakan saya untuk memimpin dalam langkah LPM Burs@ selnjutnya".

Lebih lanjut, ia mengungkapkan "Yang akan saya lakukan, yaitu untuk lebih mendekatkan antara anggota dan pengurus yg dimana selanjutnya akan bekerjasama  atau menjalin komunikasi lebih baik" pungkasnya.

Selain itu, di akhir laporan pertanggung jawaban pengurus dan pemilihan mandataris Pimpinan Umum LPM Burs@ 2021-2022, disampaikan pula pemberian sertifikat penghargaan dan kenang-kenangan sebagai wujud terima kasih kepada kontributor karya terbanyak di LPM Burs@ selama satu tahun priode kepemimpinan LPM Burs@ 2020-2021. Penghargaan tersebut diberikan kepada anggota LPM Burs@ bernama Ika Lailatun Nikmah atas kontribusi 23 karya (berita, artikel, sastra) dari total 166 karya yang telah dihasilkan oleh LPM Burs@ selama satu tahun priode kepemimpinan LPM Burs@ 2020-2021. Penghargaan tersebut merupakan wujud apresiasi dan rasa terima kasih LPM Burs@ kepada anggota yang telah memberikan loyalitas tinggi dalam perjalanan LPM Burs@ selama satu tahun periode kepemimpinan LPM Burs@ 2020-2021. 

"Dengan adanya penghargaan tersebut, saya berharap ke depannya kader-kader LPM Burs@ yang lain juga dapat termotivasi dan memberikan loyalitas yang lebih tinggi. Bahwa karya-karya yang selama ini mereka buat, itu kami akui dan hargai dalam rekam jejak proses mereka selama satu tahun periode LPM Burs@" ungkap Lutviani.

(Ela/Lpm)

Comments

Popular posts from this blog

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus