Skip to main content

Puncak Acara Festival Syariah ke 4

 



Festival Syariah merupakan  rangkaian acara yang dirayakan oleh Fakultas Syariah dan Hukum yang bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Jepara ( PEMDA ) dan seluruh UKK  yang berada di Fakultas Syariah dan Hukum. Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk merayakan harlah Fakultas Syariah dan Hukum yang  sudah menjadi agenda tahunan sejak empat tahun terakhir. Acara tersebut di buka langsung oleh Dr. Sa'dullah Assaidi, M.Ag. selaku Rektor UNISNU Jepara pada tanggal 02 Mei 2021 sekaligus launching klinik hukum oleh Dr. Wahidullah (Dosen FSH). Muhammad  Rizqi selaku ketua panitia mengungkapkan bahwa tujuan diadakannya Festival yaitu untuk merayakan Harlah Fakultas sekaligus memperkenalkan Fakultas Syariah dan Hukum  ke berbagai Universitas lainnya seperti UNNES, Universitas Mataram, Universitas Diponegoro, dan masih banyak kampus lain. Berbagai perlombaan yang ada di acara tersebut diantaranya lomba cover sholawat se-Kabupaten Jepara, essay tingkat SMA/SLTA se-Kabupaten Jepara, Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional, lomba Debat  SMA/SLTA se-Jawa, serta Musabaaqah tilawatil Qur’an dan Kaligrafi yang  dapat diikuti oleh SMA/SLTA dan ponpes se-Kabupaten Jepara. Adapun rangkaian kegiatan Festival Syariah diantaranya mulai dari Workshop Ilmu Falak yang di gelar untuk memperkenalkan peran ilmu falak dalam penentuan arah kiblat, waktu sholat, serta arah mata angin. Workshop Ilmu Falak ini dihadiri oleh kalangan mahasiswa serta para santri dari berbagai pondok pesantren yang ada di Jepara. Dalam penutupan acara Festival Syariah tersebut di tutup dengan diadakannya Webinar  Nasional yang dilaksanakan selama dua hari berturut – turut. Webinar pertama dilaksanakan pada tanggal 19 Juni 2021 dengan tema “Peran Dewan Pengawas Syariah terhadap Lembaga Keuangan Mikro Syariah, apakah sekedar Opini?” sedangkan pada webinar ke dua dilaksanakan pada tanggal 20 Juni 2021 tepat pada puncak Festival Syariah dengan tema “Relevansi Pancasila dan Revolusi Mental untuk Membangun Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Maju dan Beradab”. Webinar pertama menghadirkan Bapak Hasanudin (Kepala Badan Harian DSN MUI) sebagai salah satu narasumber dalam webinar tersebut yang dilaksanakan di Auditorium Lantai 3 Gedung FTIK UNISNU JEPARA. Pada Webinar Nasional yang ke dua menghadirkan tiga narasumber diantaranya ibu Alissa Wahid (Psikolog Keluarga), Dr. Indra Pahlevi (Kepala Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI), serta Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UNISNU JEPARA. Setelah Webinar yang ke dua usai dilanjutkan puncak acara Festival Syariah yakni Inagurasi serta pengumuman juara dari berbagai cabang lomba yang ada. Inagurasi dengab tema NUSANTARA tersebut, dibuka dengan tari Asmaradhana oleh Sanggar Seni Eling, dilanjutkan pembacaan puisi yang di ciptakan oleh sahabat Irsyadul Anam berjudul Negeriku dan Dukaku yang merupakan salah satu mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UNISNU JEPARA.  Setelah itu dilanjutkan pengumuman juara dan pembagian hadiah secara simbolik oleh  Dekan serta Wakil Dekan Fakultas Syariah dan Hukum. Kemudian  pengumuman pemenang dari berbagai cabang lomba. Acara puncak Festival Syariah di tutup dengan epik oleh Band Of Tarbiyah yang membawakan lagu "Kulihat Ibu Pertiwi".

Faizah/Lpm Bursa


Comments

Popular posts from this blog

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus