Skip to main content

Dugaan Pelanggaran HAM di Balik Penambangan Pasir Laut Balong Jepara

 

Jepara, Fakultas Syariah dan Hukum menggelar diskusi dengar persoalan lingkungan Jepara bersama KOMNAS HAM RI dengan tema “Problematika Lingkungan Hidup dalam Perspektif Hak Asasi Manusia”, Jumat (27/05). Rangkaian acara diskusi dimulai pukul 10.30 WIB hingga 12.30 WIB, yang dibuka oleh Direktur Lembaga Pendidikan Kajian dan Bantuan Hukum (LPKBH) Unisnu Jepara, Wahidullah dan dimoderatori langsung oleh Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, Mayadina Rohmi Musfiroh. Diskusi ini dihadiri oleh narasumber utama Ahmad Taufan Damanik selaku ketua KOMNAS HAM RI, dengan peserta Warga Desa Balong, Aliansi Mahasiswa Untuk Balong (AMUB) dan juga Aktivis Mahasiswa UNISNU Jepara. Acara yang digelar di Ruang 2D Lantai 2 Gedung Hijau Fakultas Syariah dan Hukum kemarin berlangsung menarik dan interaktif antar narasumber maupun audiens.

Dalam diskusi tersebut diawali dengan dengar pendapat terhadap permasalahan lingkungan yang menjadi keresahan warga masyarakat Balong Jepara terkait Sengketa Tambang Pasir Jepara, yang diduga menyalahi HAM Masyarakat Balong Jepara dari perwakilan warga balong tentang pengerukan pasir yang dilakukan di Pantai Balong yang diketahui hingga kini masih menuai pro kontra antar warga dan pemerintah kabupaten Jepara. Adapun point-point statement yang disampaikan oleh Daviq selaku perwakilan warga Balong siang itu adalah;

1. Terkait ketertutupan informasi pada proyek penambangan pasir jalan tol Semarang-Demak yang rencananya akan dilakukan di pantai Balong.

2. Upaya dialog yang sudah diupayakan warga dengan pemerintahan setempat berjalan buntu.

3. Masyarakat merasa kehidupannya tidak tenang dan merasa ruang hidup dan lingkungan yang nyaman terampas.

4. Dugaan adanya korporasi antar pejabat pemerintah dan pengusaha.

5. Konflik horizontal yang terus terjadi

6. Alasan klise dari pemerintah yang akan menambah pemasukan daerah yang belum tentu dapat dibuktikan kemanfaatannya.

“Hidup kami tidak tenang, kami punya potensi yang luar biasa, tapi potensi tersebut justru malah selalu ingin dirusak” ujar Daviq selaku perwakilan warga masayarakat desa Balong Jepara.

Adapun tanggapan yang disampaikan oleh narasumber utama Ahmad Taufan Damanik selaku narasumber utama menyoal permasalahan “Problematika Lingkungan Hidup dalam Perspektif Hak Asasi Manusia”, mengungkapkan bahwa persoalan kerusakan lingkungan sejatinya bukan ranah Komnas HAM dalam menindak lanjuti. Namun bisa jadi menjadi tugas pokok Komnas HAM manakala persoalan tersebut telah mengganggu atau merampas hak-hak manusia, seperti ruang hidup yang bersih, sehat, dan nyaman, atau hak-hak hidup lainnya. Terkait dengan permasalahan lingkungan yang dialami oleh warga masyarakat desa Balong tentunya kami hanya akan bisa menindak, ketika sudah dikirimkan surat aduan secara resmi dan akan kami teliti terlebih dahulu aspek apa saja terkait permasalahan HAM yang terjadi di dalamnya.

“Untuk konflik yang terjadi di Balong kami akan bersikap setelah mengirimkan laporan secara resmi, dan kami akan melakukan peninjauan”, ujar Ahmad Taufan Damanik Selaku Ketua KOMNAS HAM RI.



Selain berbincang terkait persoalan lingkungan perspektif HAM diskusi siang tersebut juga diakhiri dengan penyerahan secara simbolik berkas pengaduan dugaan pelanggaran HAM yang dialami oleh masyarakat Balong Jepara dari perwakilan warga masyarakat desa Balong kepada Ketua KOMNAS HAM RI.

(LPM Burs@_Kummah)

Comments

Popular posts from this blog

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus