Skip to main content

Prodi HKI Laksanakan KKL Daring




JEPARA– Fakultas Syariah dan Hukum melakukan kegiatan KKL (Kuliah Kerja Lapangan) untuk mahasiswa Hukum Keluarga Islam (HKI) angkatan 2018. Dalam kegiatan tahun ini dilakukan secara daring (online) melalui aplikasi yaitu zoom meeting. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa 38 mahasiswa HKI baik dari R1 maupun R2. Berlokasikan di Ruang Seminar Pasca Sarjana, acara KKL tersebut dimulai dari jam 08.20-11.30 WIB (Kamis,4/8)  dan berjalan dengan lancar tanpa suatu halangan apapun.

Pada kegiatan KKL Prodi HKI angkatan 2018 ini, dilakukan secara daring dikarenakan banyak pertimbangan. Jika tetap memaksa untuk dilakukan secara luring, dengan pergi ke Mahkamah Agung di kota Jakarta, maka para peserta KKL harus melalui banyak tes swap dan sebagainya, sehingga untuk biaya juga akan semakin membengkak. 

Selama acara tersebut berlangsung banyak di antara Mahasiswa HKI 18 yang tanggap dengan menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan pemateri. Selain itu, meskipun dilaksanakan secara daring, para peserta tetap semangat dan tidak mengurangi substansi karena matei pembelajarannya tetap bisa diserap secara maksimal

“Banyak manfaat yang tadi kami dapat. Salah satunya bisa mengerti dan memahami mengenai bidang hukum dalam lingkup Mahkamah Agung yang dipaparkan langsung oleh panitera muda di lingkup Mahkamah Agung” Ucap Muhammad Rizqi selaku salah satu peserta dalam KKL tersebut.

“Kami tetap bersyukur bisa mendapatkan pelajaran dari para praktisi meskipun daring. Dari kegiatan ini kami dapat mengerti dan memahami lebih detail lagi mengenai segala hal yang ada dalam lingkup Mahkamah Agung, pesannya semoga di KKL (Kuliah Kerja Lapangan) selanjutnya sudah dalam keadaan normal dan bisa langsung datang ke Mahkamah Agung agar lebih mantap lagi dan bisa melihat gedung Mahkamah Agung secara langsung” imbuhnya.

(Erni/LPMBursa)

Comments

Popular posts from this blog

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus