Skip to main content

LPPH Berkolaborasi Dengan PMII Adakan Kumpul Millenial Series 2

Jepara, Sabtu(19/12), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Hukum (LPPH) menggelar kegiatan "Kumpul Milenial LPPH Series 2" yang bertempat di Gedung Hijau Fakultas Syariah dan Hukum lantai 2 ruang 2d UNISNU Jepara. Dalam kegiatan tersebut saling berkolaborasi  antara LPPH dan PMII Rayon Syariah. Peserta yang hadir kurang lebih 50 Mahasiswa yang terdiri dari anggota PMII, LPPH dan Delegasi dari UKK Fakultas Syariah dan Hukum. 


Kegiatan tersebut mengangkat tema "Membangun Giat Generasi Milenial dalam Berliterasi dan Berani Berkompetisi" maksudnya yaitu dapat membangun generasi muda yang berprestasi dan mampu membaca dan menulis untuk meningkatkan prestasi dengan mengasah bakat yang mereka miliki melalui kompetisi. 


Kegiatan ini sangat menarik karena didatangi oleh Mentor Laskar Hijau yaitu Bu Amrina Rosyada, S.H., M. H. dan Bintang Tamu yaitu Kak Khilda Nur Lutfiyana yang dimoderatori oleh M.Emil Hakim Aba. 


"Dalam kegiatan ini bertujuan untuk memunculkan kompetitor-kompetitor dari kalangan Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum untuk membanggakan FSH". Ungkap Ahmad Naufal selaku Ketua Rayon Syariah dan Hukum. 


(Feri Faizatun N/Lpm Bursa)

Comments

Popular posts from this blog

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus