Skip to main content

Suara Ika Laila dalam Merupa Peradaban Islam Nusantara

 

Unisnu Jepara_Rabu (12/08) Ika Laila, Mahasiswa Perbankan Syariah Fakultas Syariah dan Hukum ikut memeriahkan Lomba Orasi Mahasiswa di Unisnu Jepara. Lomba Orasi yang diadakan oleh Bem Unisnu bersama yayasan dan universitas tersebut adalah satu dari serangkaian acara memperingati harlah Unisnu ke-29. Lomba orasi yang digelar di depan gedung Fakultas Ekonomi Bisnis kemarin, diadakan dengan tema “Peran Mahasiswa NU dalam Merupa Peradaban Islam Nusantara”.

Berkaitan tema di atas, Ika Laila menyampaikan suaranya perihal Islam Nusantara. Menurutnya, “Islam Nusantara adalah islam yang memadukan antara syariat dan adat, Islam yang moderat, toleran, dan sadar budaya.” Sedangkan untuk merupa peradabannya, dalam kesempatan tersebut Ika Laila menantang seluruh Pemuda NU termasuk Mahasiswa Unisnu sekalian agar mewujudkan ajaran Islam Nusantara pada sebuah aksi nyata di dalam kehidupannya. “Bukan kata siap yang bangsa kita butuhkan, bukan sekedar teriakan - teriakan memekakkan telinga ! Tapi bukti nyata kesediaan kita mewujudkan kembali peradaban bangsa ini !! Bersedia ? Bersedia? Bersdia ? Baiklah, saya tunggu aksi nyata dari ucapan kesediaan kalian hari ini !”, tantang Ika Laila.

Lomba orasi tersebut diikuti oleh 15 peserta dari seluruh fakultas di Unisnu Jepara. Meskipun belum menjadi juara, setidaknya Ika Laila telah berani menyuarakan pendapatnya dan ikut memeriahkan ajang tersebut. Selaku kader PMII, dalam kesempatan tersebut Ika Laila juga didukung penuh oleh Taksinul Khuluq selaku Ketua Rayon Syariah Hukum. “Kemenangan yang benar-benar kemenangan tidaklah terjadi pada seseorang atas orang lain, melainkan atas dirinya sendiri”, ucap Taksinul mengutip kalimat dari Caknun untuk menyemangati kader Ika Laila


Comments

Popular posts from this blog

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus