Skip to main content

MENINGKATKAN MUTU INTERNAL FSH UNISNU IKUTI AMI 2020

 


UNISNU JEPARA- Dalam rangka meningkatkan mutu Fakultas Syariah dan Hukum Unisnu mengikuti kegiatan AMI (Audit Mutu Internal) Unisnu Jepara. AMI merupakan salah satu instrument evaluasi yang dilakukan untuk menemu kenali (assesment), mendiagnosa, dan memetakan persoalan dan pencapaian kinerja pada satu periode tertentu. Fakultas Syariah dan Hukum  sendiri setiap tahun mengikuti AMI yang dilaksanakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM). Tahun ini kegiatan AMI dilaksanakan Rabu (19/8)  yang bertempat di Ruang 2D Fakultas Syariah dan Hukum Unisnu. 

Menurut Ulin selaku Staff LPM maksud dan tujuan dari diadakannya kegiatan AMI adalah, “memudahkan audit dari eksternal seperti asesor dan akreditasi yang datang 5 tahun sekali sehingga kita sudah siap”. Selain itu, ia juga menambahkan jika kegiatan AMI ini dapat meningkatkan mutu perguruan tinggi utamanya pada prodi. Jika AMI ini tidak dilakukan, maka prodi akan tenang-tenang saja sehingga tidak menambah kualitas mutunya. 

Kriteria yang dimuat dalam AMI ini disamakan dengan akreditasi BANPT. Ada 9 kriteria yang dimuat dalam AMI ini di antaranya yaitu kriteria visi, misi, tujuan dan strategi, kriteria tata pamong, tata kelola dan kepemimpinan, kriteria mahasiswa, kriteria sumber daya manusia, kriteria keuangan dan sarana prasarana, kriteria pendidikan, kriteria penelitian, kriteria pengabdian masyarakat, kriteria luaran dan capaian tridharma perguruan tinggi. Adapun pemeroleh nilai tertinggi dari kegiatan AMI ini akan mendapatkan reward tersendiri dari kampus. 

“Harapannya semua prodi, semua unit kerja bisa partisipasi aktif untuk mengikuti AMI ini serta Dokumen-dokumen yang mendukung bisa dipersiapkan dengan matang oleh unit kerja itu sendiri” imbuhnya. 

(N/LPM Bursa)

Comments

Popular posts from this blog

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus