Skip to main content

Ketua Cabang PMII Respon Statement Ketua DPC GMNI Jepara soal Organisasi Eksternal Kampus

 

Ketua Cabang PMII Jepara Ahmad Sirojul Munir memberikan tanggapannya terkait Statemen Ketua DPC GMNI Jepara Yoga Bachtiar prihal Organisasi Eksternal Kampus. "Kita bukannya tidak dewasa. Sebab kami di PMII secara kelembagaan sudah berkerjasama dengan Unisnu sejak lama. Bahkan pada izin pendirian komisariat, ini juga tidak sekedar mendirikan. Namun melalui proses dan mekanisme yang panjang pula.”

“Mengenai statemen kader kami Sahabat Wisnu yang notabene dari Fakultas Saintek kami memahami dan sepakat atas sikap ketidaknyamanannya. Sebab dalam Statuta Yayasan Unisnu jelas, hanya PMII lah yang diperbolehkan melakukan proses kaderisasi di lingkungan Unisnu. Apalagi kami satu nafas dalam bergerak, yakni sama-sama NU dan kami merasa perlu untuk merawat mandat besar yang telah diberikan oleh pihak Unisnu kepada kami.”

“Jika merujuk Permenristekdikti Nomor 55 Tahun 2018 yang melegalkan Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus (OMEK), dalam hal ini bukan berarti pihak kampus tidak bisa membatasi. Logikanya tidak mungkin semua Organ Eksternal kampus dengan seenaknya mendirikan organisasi yang menyangkut nama lembaga tanpa ada lampu hijau dari pimpinan kampus, apalagi status perguruan tinggi swasta di bawah yayasan punya hak lebih dalam mengelola dan pengembangan aturan lembaga-lembaga di bawahnya.”

“Artinya ini semua menjadi jelas bahwa PMII secara kelembagaan atau ketika kadernya ada yang merasa tersinggung itu murni karena berpegang teguh pada aturan yang berlaku,” pungkas Sahabat Munir.

Dalam permasalahan ini, mengacu pada Statuta Unisnu Pasal 59 Tentang Organisasi Mahasiswa Ayat (9) menyebutkan bahwa Organisasi kemahasiswaan yang bersifat ekstra di tingkat Unisnu adalah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. Juga pernyataan Rektor Unisnu Dr. H. Sa’dulloh Assaidi, M.Ag., pada sebuah kesempatan, “PMII bagi saya itu merupakan suatu keharusan, dan itu juga harus profesional. Apalagi saya senang sekali ketika melihat anggotanya yang pintar di bangku kuliah. Aura NU itu nampak di mana-mana. Nah, itu merupakan Pergerakan Mahasiswa Indonesia. Menurut saya memang harus, artinya itu organisasi kemahasiswaan ekstra universiter yang dilegalkan di kampus (Unisnu) adalah PMII.” Hal ini menunjukkan bahwasannya organisasi eksternal yang keberadaannya sudah dilegalkan oleh Unisnu memang baru Pergerakan Mahasiswa Indonesia (PMII).

Dilansir dari www.ristekbrin.go.id, bahwasannya pembahasan mengenai Permenristekdikti Nomor 55 Tahun 2018 tidak mengatur atau mendorong organisasi ekstra kampus untuk membuka cabang atau komisariat di dalam perguruan tingginya. Melainkan mengajak mahasiswa/i anggota organisasi ekstra kampus, untuk berpartisipasi dengan UKM yang akan dibina oleh Pimpinan Perguruan Tinggi (PT)nya.

Ketum PC PMII Jepara, Sahabat Munir, juga menyampaikan harapannya, "Semoga ini semua dari teman-teman DPK GMNI dan Rayon bisa cair di warung kopi, karena kita semua adalah saudara seperjuangan sebagai aktivis Mahasiswa yang harus menyelesaikan sesuatu dengan lebih dewasa".

Comments

Popular posts from this blog

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus