Skip to main content

Ada Apa dengan 18 Agustus ?

 


Konstitusi berasal dari bahasa latin “constituante”, yang dalam bahasa Indonesia berarti Undang-undang Dasar atau disingkat UUD. Di suatu negara, konstitusi merupakan sebuah aturan  sistem politik dan hukum bentukan pada pemerintahan negara, biasanya dikodifikasikan dalam bentuk  dokumen tertulis. Hukum ini tidak  mengatur hal-hal yang terperinci, melainkan hanya menjabarkan prinsip-prinsip yang menjadi dasar bagi peraturan-peraturan lainnya. 

Konstitusi dalam pembentukan  suatu negara, memuat aturan dan prinsip-prinsip entitas politik dan hukum. Keterkaitan antara dasar negara dan  konstitusi ada  pada gagasan dasar, cita – cita dan tujuan negara yang tertuang dalam pembukaan Undang-undang Dasar  suatu negara. Dasar negara sebagai pedoman penyelenggaraan kehidupan bernegara secara tertulis dimuat dalam konstitusi suatu negara. 

Di Indonesia, konstitusi tertinggi setelah Pancasila adalah Undang-undang Dasar 1945 yang dirumuskan secara mendalam oleh pendahulu bangsa dan dijadikan pedoman dalam mengambil sebuah keputusan yang akan diambil oleh pemerintah. Setelah Ir. Soekarno membacakan proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945 kemudian keesokan harinya Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia merumuskan sebuah aturan dasar yang pada akhirnya disebut Undang-undang Dasar 1945. Lalu mengapa tanggal 18 Agustus diperingati sebagai Hari Konstitusi Nasional ? 

Hari Konstitusi Nasional di Indonesia mulai diperingati sejak tanggal 18 Agustus 2008, bersamaan ketka Lembaga Kajian Konstitusi, Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat, dan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Daerah serta berbagai komponen perwakilan masyarakat Indonesia menandatangani Deklarasi Hari Konstitusi Indonesia. Peristiwa itu bertempat di ruang GBHN Gedung MPR RI. Gagasan diperingatinya tanggal 18 Agustus sebagai Hari Konstitusi Indonesia  berangkat dari sebuah artikel yang ditulis oleh Mochamad Isnaeni Ramdhan yang diberi judul Hari Konstitusi Indonesia dan dimuat dalam Harian Suara Karya pada Jum’at, 15 Agustus 2008. Hari Konstitusi Nasional  Indonesia kemudian ditetapkan setelah adanya Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 18 Tahun 2008 Tentang Hari Konstitusi.

Penetapan Konstitusi tersebut ditentukan satu hari setelah Kemerdekaan Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 urgensinya konstitusi bagi suatu negara. Tanpa adanya konstitusi maka sebuah negara tidak mempunyai pedoman dasar untuk menjalani kehidupan rumah tangga negaranya. Keberadaan Konstitusi sangat penting dalam sebuah Negara, seperti yang dikatakan Bapak Jusuf Kalla (Wakil Presiden periode 2014-2019) pada peringatan Hari konstitusi tahun lalu bahwa "Konstitusi memiliki arti penting buat bangsa Indonesia, sebab konstitusi yang dibentuk para pendiri bangsa yang hebat-hebat itu, yang menjadi dasar dalam kehidupan bernegara, merupakan konsensus bersama seluruh bangsa yang mesti dijalankan bersama-sama,”. 

Ditetapkannya konstitusi negara  menjadi tonggak sejarah berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sejak dibacakannya proklamasi serta penetapan konstitusi maka bangsa Indonesia telah memulai kehidupannya  sebagai bangsa yang merdeka. Bangsa yang berhak menentukan nasibnya sendiri. 


Sumber : 

https://analisa.id/mengenal-hari-konstitusi-indonesia-18-agustus/18/08/2019/amp/

https://m.liputan6.com/news/read/4040793/jk-hari-konstitusi-penting-buat-bangsa-indonesia

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Konstitusi

(INLN/LPM bursa)

Comments

Popular posts from this blog

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus