Skip to main content

Sosok Pemimpin Panutan dari Paslon Cagub Nomor Satu Debat Cagub FSH UNISNU



UNISNU JEPARA- Debat Calon Gubernur Fakultas Syariah dan Hukum UNISNU Jepara pada sabtu pagi (18/07/2020).  Acara tersebut diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum  Mahasiswa (KPUM) UNISNU di Lembah Alam Jepara, dan di kemas dalam bentuk acara “Debat dan Dialog Terbuka Capres dan Cagub BEM”. Adapun tema yang diusung dalam acara tersebut adalah “Menuju Regenerasi Demokrasi yang Bersinergi dan Berkualitas.

Dalam kesempatan tersebut Abdullah Muttaqin dan Andre Teguh Saputra sebagai Cagub dan Cawagub No.1 Fakultas Syariah Unisnu Jepara mengungkapkan Sosok Mengenai Sikap Pemimpin Panutan yang dapat diteladani dari pihaknya adalah Toleran, Jujur, berani, dan bertanggung jawab. Ungkapan ini menanggapi atas pertanyaan dari salah satu audiens dalam acara tersebut

Terkait hal ini Paslon Cagub dan Cawagub nomor urut satu, mengkapkan secara lebih jelas bahwa, “Toleran.. adalah menghargai keanekaragaman, baik itu dalam proses atau dalam cara berfikir atau perbedaan pendapat, orak kagetan dadi mahasiswa katok bolong sitik, kalungan, gelangan pikirane negatif, tetapi bisa menyesuaikan diri dan menyatu dalam perbedaan, dll.
Jujur.. untuk ini Mahasiswa sudah bisa mengartikannya, yang terpenting jangan melupakan kejujuran dari yang paling kecil. Seperti halnya dalam anggota misalkan. Karena suatu organisasi akan berjalan dengan tenang jika mau terbuka dan terdapat  keterbukaan dalam situasi apapun.
Berani.. Salah satu sosok pemimpin yang dibutuhkan FSH sekarang ini, buktinya bisa dilihat cara saya sebelumnya baik dalam loby/advokasi saat saya tergabung di salah satu komunitas sosial. Di situ pernah ada kegiatan di Pulau Panjang yang pesertanya banyak dari luar kota dan total kira-kira ada 150 orang pada saat itu. Proses acaranya juga hampir loby semua Dinas dan Polsek dan Polres.Maksudnya adalah untuk kemajuan FSH butuh banyak jaringan, jaringan tanpa keberanian sama dengan bohong.
Bertanggung Jawab.. Bebas dan berani menanggung risiko adalah cirikhas yang benar bagi pemimpin panutan dalam menggapai tujuan.”

Comments

Popular posts from this blog

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus