Skip to main content

RAMADHAN BERBAGI, ORMAWA FSH PEDULI DI TENGAH PANDEMI


Rabu, (20/05) Meski sedang maraknya wabah Covid-19 seperti sekarang ini, Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) Fakultas Suariah dan Hukum UNISNU Jepara oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Keluarga Islam, HMPS Perbankan Syariah, Lembaga Penelitian dan Pengkajian Hukum(LPPH) bersama dengan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM Burs@) saling bersinergi untuk melanjutkan program kerja yakni memberikan santunan yatama sekaligus buka bersama di bulan suci Ramadhan 1441 H yang digelar di Musholla Walisongo Suwawal Barat.

kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama kali pertama yang dibentuk dan sekaligus menjadi Open Ceremonial dari acara Festival Syariah yang nantinya akan disusul dengan serangkaian lomba-lomba seperti lomba pidato bahasa arab, lomba kaligrafi dan masih banyak lomba-lomba lainya yang seharusnya dilaksanakan pada bulan April lalu diundur hingga bulan Juni mendatang.

 “Awalnya rencana kita mengundang 30 anak yatim, tapi dikhawatirkan terlalu bergerombol jadinya sepakat kita kurangi menjadi 20 anak yatim” imbuh Uun selaku ketua dari LPPH 

Acara ini dibuka dengan grup rebana Fasya milik Fakultas Syariah,  dan dihadiri oleh Guberbur BEM FSH saudara Afif Faisal Bahar, Dekan FSH Ibu Mayadina Rohmi Musfiroh, M.A yang sekaligus membuka acara. Dalam sambutanya, ibu dekan berpesan bahwa dalam situasi sekarang ini, kita harus tetap waspada dan selalu mematuhi protokol dari pemerintah, dan perlu diketahui Allah menurunkan cobaan dengan sesuatu yang kecil bagi-Nya, bagi Allah corona ini adalah sesuatu yang kecil.
Seusai pembukaan dilanjutkan dengan kultum dari saudara emil kemudian disambung dengan santunan yatama dan buka bersama yang dilaksanakan bersama 20 anak yatim.

“selain sebagai bentuk kepedulian kepada anak-anak yatim, kegiatan ini juga diharapkan sebagai bagian upaya menjemput keberkahan di bulan suci ramadhan, meskipun masih ditengah kondisi kegalauan akibat penyebaran Covid-19 yang masih terus berlanjut,” imbuh Pimpinan Umum LPM Bursa, Iftichah Dian 

Comments

Popular posts from this blog

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus