Skip to main content

Siapakah Sosok Pimpinan Baru Fakultas Syariah dan Hukum UNISNU??


Melihat judul tulisan diatas, tentunya sebagai warga fakultas syariah dan hukum pasti muncul pertanyaan besar. Apakah structural di jajaran fakultas akan berakhir ? Siapa sajakah yang akan mengakhiri masa jabatannya ?? Dan pertanyaan yang paling pokok ialah siapakah sosok yang akan menggantikan diperiode berikutnya ??

Melalui tulisan ini penulis ingin sekedar menguraikan hal-hal yang berkenaan dengan akan dilaksanakannya pemilihan pimpinan structural di fakultas syariah dan hukum, karena memang belum ditentukan siapa yang akan menjabat di posisi-posisi pimpinan tersebut. 

Kepemimpinan bukanlah hal yang asing di telinga kita. Beberapa ahli dari Indonesia maupun luar negeri pernah menjelaskan mengenai definisi kepemimpinan, diantaranya adalah Wahjosumidjo. Menurut Wahjosumidjo pengertian kepemimpinan adalah kemampuan yang ada pada diri seorang leader yang berupa sifat-sifat tertentu, seperti kepribadian (personality), kemampuan (ability), dan kesanggupan (capability). Tentunya sebagai pimpinan di jajaran fakultas pasti sudah tidak diragukan lagi dengan sifat-sifat yang disebutkan diatas. 

Perlu diketahui bahwa sekarang jajaran Dekan dan Kaprodi di fakultas syariah dan hukum sedang berada diujung masa jabatannya. Yaitu Mayadina Rohmi Musfiroh, M.A sebagai Dekan, Hudi, S.H.I., M.S.I sebagai wakil dekan fakultas syariah dan hukum Unisnu, M. Husni Arafat, Lc., M.S.I sebagai kaprodi Hukum Keluarga Islam, dan Miswan Ansori, S.E., MBA sebagai kaprodi Perbankan Syariah. Masa jabatan mereka sudah akan berakhir di bulan Maret tahun 2020. Namun sejauh ini belum ada isu-isu mengenai siapa yang bakal menggantikan jabatan-jabatan tersebut.  

Sehingga dengan berakhirnya kepemimpinan tersebut akan dilaksanakannya pemilihan Dekan dan Kaprodi baru untuk fakultas syariah dan hukum. Namun untuk pemilihan Dekan dan Kaprodi menggunakan teknis yang berbeda. Dimana kaprodi nanti akan dilaksankan berdasarkan demokrasi dari jajaran dosen di lingkungan program studi masing-masing. Sedangkan untuk pemilihan Dekan ada sebuah tim khusus atau disebut dengan panitia pemilihan yang dimana telah ditentukan, yaitu Wahidullah sebagai ketua panitia, Alfa Syahriar, Lc., M.Sy sebagai sekretaris dan Ruchania., S.H.I.,M.H sebagai anggota. 

Karena berbeda dengan pemilihan kaprodi maka ada beberapa tahapan yang harus dilakukan oleh panitia pemilihan yaitu yang pertama adalah melakukan penjaringan kira-kira siapa yang telah memenuhi kriteria sebagai calon dekan. Yang dimana telah ditentukan dalam Peraturan Rektor Nomor : 24-PR-UNISNU-5-2017 tentang Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Dekan dan Wakil Dekan. 
Sebagaimana tertulis dalam peraturan tersebut bahwa syarat untuk menjadi dekan secara umum dibagi menjadi dua, yaitu syarat umum dan syarat khusus. Syarat umum tersebut diantaranya beragama islam, berhaluan aswaja, berakhlaqul karimah dan memiliki wawasan nasional, jamiyyah NU, sehat jasmani dan rohani, mempunya kemampuan memimpin, memegang rahasia jabatan, dan memiliki daftar penilaian pekerjaan bernilai baik selama dua tahun terakhir. Sedangkan untuk syarat khusus yaitu mencalonkan diri atau dicalonkan, menduduki jabatan fungsional minimal 3D untuk dekan dan 3C untuk wakil dekan. Kurang lebih itulah syarat-syarat yang harus dimiliki oleh calon dekan. 

Dan untuk sistem suara dalam pemilihan dimana Rektor memiliki presentase 35 % dari keseluruhan suara. Dan sisanya 65 % hanya untuk anggota senat fakultas. Yang terdiri dari Kaprodi, perwakilan dosen setiap prodi yang telah ditentukan sebagaimana Nur Kholis, S.H.I., M.S.I sebagai perwakilan dari Program Studi Hukum Keluarga Islam dan Ahmad Faiqul Hazmi S.E., M.Sy sebagai perwakilan dari program studi Perbankan Syariah, dan dari dosen senior yaitu Dr. KH. Barowi. 

Jadi seperti itulah prosedur pemilihan Dekan oleh sebuah fakultas yang ada di Unisnu Jepara. Dan tentunya warga fakultas syariah dan hukum berhak untuk berpendapat siapakah yang berhak dan pantas untuk menduduki jabatan tersebut. Entah itu dari kalangan dosen ataupun dekan sebelumnya lagi juga bisa untuk diperpanjang satu kali lagi karena batasan periode seorang dekan satu pereode dan dapat diperpanjang satu kali saja. Namun itu semua kembali pada keputusan panitia pemilihan. Semoga siapa saja nanti yang akan terpilih memimpin fakultas syariah dan hukum bisa membawa fakultas syariah dan hukum ke yang lebih baik dari sebelumnya. 

Seperti harapan dari Mayadina Rohmi Musfiroh, M.A yaitu mengupayakan yang terbaik sehingga mahasiswa termotivasi melakukan kegiatan di luar keterbatasan yang ada. Salah satunya yaitu mahasiswa dikenalkan dengan ajang-ajang kompetisi baik regional maupun nasional, bahwa di luar ada dunia lain sehingga tidak hanya berfokus pada kelemahan dan keterbatasan yang ada. Tujuannya adalah agar mahasiswa memiliki semangat dan daya juang untuk bersaing dengan kampus-kampus lain. 
  (Hasil wawancara bersama dekan mayadina Rohmi Musfiroh)

Comments

Popular posts from this blog

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus