Skip to main content

Fakultas Syariah dan Hukum UNISNU Jepara membuka pendaftaran calon Dekan baru

Ketua Panitia pemilihan Dekan Fakultas Syariah dan Hukum pereode 2020-2024 Dr Wahidulloh. S.H., M.H







Dalam waktu dekat ini Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UNISNU Jepara akan mencari calon pimpinan Dekan baru untuk masa pereode 2020-2024, karena sekarang Dekan dan wakil Dekan fakultas syariah dan hukum sedang berada di ujung masa jabatannya, yaitu Mayadina Rohmi Musfiroh, M.A sebagai Dekan, dan Hudi, S.H.I., M.S.I sebagai wakil dekan. 

Seiring berakhirnya kepemimpinan tersebut maka akan dilaksanakan pemilihan Dekan fakultas syariah dan hukum. Untuk proses pemilihan Dekan nantinya ada sebuah tim khusus atau disebut dengan Panitia Pemilihan Dekan yang dimana sebelumnya telah ditentukan melalui pemilihan oleh senat fakultas dan telah terpilih, yaitu Dr. Wahidullah sebagai ketua panitia, Ruchania, S.H.I., M.H sebagai sekretaris dan Alfa Syahriar, Lc., M.Sy sebagai anggota. 

Untuk langkah awal Panitia Pemilihan Dekan melakukan penjaringan kepada seluruh dosen dan civitas akademika di UNISNU Jepara untuk menentukan bakal calon. Kemudian melakukan penyaringan dengan menentukan calon dekan yang sudah lolos persyaratan. Dan setelah mendapat nama calon dekan,   baru dilangsungkan pemilihan dekan yang semuanya ditentukan oleh senat Fakultas Syariah dan Hukum.

Mengenai suara untuk pemilihan Dekan ini panitia hanya sebatas penyelenggara pemilihan saja sedangkan hak suara ditentukan oleh Rektor yang memiliki 35 % hak suara dari total pemilih, Dan sisanya 65 % ditentukan oleh anggota senat fakultas yang berjumlah 9 orang.

Berdasarkan Peraturan Rektor Nomor : 24-PR-UNISNU-5-2017 tentang Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Dekan dan Wakil Dekan. bahwa syarat untuk menjadi dekan dibagi menjadi dua, yaitu syarat umum dan syarat khusus. Syarat umum tersebut diantaranya beragama islam, berhaluan aswaja, berakhlaqul karimah dan memiliki wawasan nasional, jamiyyah NU, sehat jasmani dan rohani, mempunyai kemampuan memimpin, memegang rahasia jabatan, memiliki tanggung jawab dalam memajukan dan mengembangkan UNISNU, tidak pernah menjalani hukuman pidana, pegawai tetap, memiliki daftar penilaian pekerjaan bernilai baik selama dua tahun terakhir dan tidak sedang menjalani tugas belajar lebih dari 6 bulan. Sedangkan untuk syarat khusus yaitu mencalonkan diri atau dicalonkan, menduduki jabatan fungsional minimal 3D, berusia paling tinggi 65 tahun, berpendidikan serendah-rendahnya S2, tidak melakukan plagiat, Masa kerja di UNISNU paling sedikit 8 tahun dan pernah menduduki jabatan struktural akademik di UNISNU.

Sedangkan, untuk tahapan-tahapan pencalonan Dekan, ada 5 tahapan yang harus diikuti yaitu berdasarkan surat edaran Fakultas Syariah dan Hukum Nomer 02/FSH/-UNISNU/Pan-Pemildek/I/2020 bahwa tahapan calon pemilihan dekan yang pertama, adalah Tahap Pendaftaran dimulai tanggal 28 Januari- 2 Februari 2020, selanjutnya yang kedua yaitu Tahap Penjaringan pada tanggal 3 Februari 2020, ketiga yaitu Tahap Penyaringan pada tanggal 5 Februari 2020, lalu yang keempat adalah Debat terbuka  pada tanggal 6 Februari 2020 dan yang terakhir Tahap Pemilihan Dekan yang dilaksanakan tanggal 7 Februari 2020.

Menurut ketua panitia pemilihan dekan mengatakan bahwa panitia sudah mengirim surat edaran kepada semua pimpinan kerja di lingkungan UNISNU Jepara. Hal ini dilakukan untuk melakukan penjaringan, dan menginformasikan bahwa calon dekan tidak hanya dari Fakultas Syariah dan Hukum saja. “ Karena panitia disini  sifatnya hanya sebagai perantara bagi para dosen maupun civitas akademika di UNISNU Jepara untuk mencalonkan diri sebagai Dekan Fakultas Syariah dan Hukum” imbuh Dr. Wahidullah (dosen dan advokat, yang bersiap menjadi calon rektor UNISNU Jepara)


Comments

Popular posts from this blog

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus