Skip to main content

Kemenag Adakan Bimbingan Pra Nikah Bagi Mahasiswa UNISNU


  

  JEPARA, FSH-UNISNU. Sekitar 60 mahasiswa dari Fakultas Syari’ah dan Hukum UNISNU Jepara mengikuti acara Bimbingan Perkawinan Pra Nikah Remaja Usia Nikah yang diselenggarakan oleh seksi Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jepara bekerjasama dengan Fakultas Syari’ah dan Hukum UNISNU. Acara ini diselenggarakan pada hari selasa dan rabu 1-2 Oktober 2019 bertempat di auditorium gedung perpustakaan lantai 3 UNISNU Jepara.
    Acara ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Syari’ah dan Hukum ibu Mayadina R.M., M.A, Ketua Kementrian Agama Jepara Bapak Drs. Noor Rosyid. Dalam sambutan yang diberikan oleh ibu Dekan, beliau menyampaikan harapannya bahwa sehubungan dengan diadakannya acara ini dapat mencetak trainer-trainer muda yang berkompeten dalam hal bimbingan perkawinan, terlebih dapat menciptakan pusat bimbingan Konseling perkawinan di Fakultas Syariah dan Hukum UNISNU Jepara. Selanjutnya acara dibuka oleh kepala kemenag yaitu Drs. Noor Rosyid dan diakhiri dengan pembacaan doa dengan khidmat oleh Bpk Rifa’i.
   Acara ini diwarnai dengan antusiasme yang tinggi dari peserta, terutama mahasiswa Fakultas Syari’ah dan Hukum UNISNU Jepara. Acara ini diisi oleh Kepala Kemenag Kab. Jepara, Bp. Drs. Noor Rosyid dengan beberapa materi terkait pengantar keluarga sakinah dan gambaran umum pernikahan. Selain itu, dalam acara ini juga dipaparkan landasan keluarga sakinah yang disampaikan oleh Bp. H. Badruddin dengan menganalogikan pengalaman berumah tangga dengan sebuah sungai kehidupan. Selain itu juga diberikan kiat-kiat yang harus dilalui setiap pasangan suami istri termasuk planning-planning dalam berkeluarga yang dibangun dalam usia pernikahan awal, yakni selama 5 tahun pertama setelah menikah. Tujuannya supaya mahasiswa mampu memahami dan menghayati makna dari pernikahan dan diharapkan setelah menikah nanti mampu mengimplementasikannya dikehidupan rumah tangga.
      Pada hari selanjutnya, diisi dengan dua materi yang masing-masing disampaikan oleh Ibu Mayadina Rohmi Musfiroh dan Bp. Kuswanto. Materi pertama yang disampaikan oleh Bu Mayadina Rohmi Musfiroh membahas tentang dinamika keluarga sakinah. Beliau memaparkan ada 4 pilar perkawinan yang sehat. Yaitu zawaj (berpasangan), mitsaqan ghalidha (janji yang agung), mu’asyaroh bil ma’ruf (relasi suami istri yang baik), dan prinsip musyawaroh. Keempat pilar tersebut akan membantu untuk menjaga hubungan yang kokoh antar pasangan suami istri dan mewujudkan kehidupan perkawinan yang sakinah mawadah warahmah. Selanjutnya, materi yang kedua dismpaikan oleh Bapak Kuswanto yang menjelaskan tentang langkah mengelola konflik keluarga. Dimulai dengan sumber-sumber konflik keluarga, lalu cara untuk mengatasi konflik, setelah itu faktor penghancur ketahanan keluarga.
     Acara ini dilatar belakangi oleh fenomena cerai gugat di Jepara yang angkanya sangat tingi sehingga membuat hilangnya makna pernikahan, terutama untuk pasangan muda yang baru menikah. Maka atas dasar itu Fakultas Syariah dan Hukum UNISNU Jepara berupaya untuk mengurangi permasalahan tersebut dengan cara menyelenggarakan acara ini.

Comments

Popular posts from this blog

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus