Skip to main content

Dosen FSH UNISNU Kritisi Pasal Kontrovesi RUU KUHP




 Menanggapi beredarnya pasal-pasal kontroversial yang saat ini sedang viral di berbagai media, Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum Jepara juga ikut resah dengan adanya pemberitaan mengenai RUU KUHP dan RUU PKS. Tepatnya pada tanggal 24 September 2019 sore mahasiswa UNISNU Jepara membuat sebuah forum diskusi yang diisi oleh 3 pemantik yaitu Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Ibu Mayadina Rahma Musfiroh M.A, dosen dari Fakultas Syariah dan Hukum Bapak Dr. Wahidullah dan Ibu Amrina Rosyada M.H di lantai 2 gedung hijau Fakultas Syariah dan Hukum UNISNU Jepara.
Forum diskusi tersebut bukan hanya diikuti oleh mahasiswa fakultas syariah sendiri akan tetapi terbuka untuk fakultas-fakultas lain dan tak luput juga dari aktivis-aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang juga dihadiri oleh Pimpinan Cabang Jepara. Dalam forum tersebut Bpk Dr. Wahidullah mengawali diskusi dengan memberikan pengantar terkait dengan pasal-pasal kontroversial, beliau menyinggung tentang pasal 278 KUHP yang isinya tentang ayam peliharaan yang masuk dan makan ke kebun tetangga  akan dikenai denda maksimal 1 juta. Tak hanya pasal tersebut beliau juga menyinggung tentang RUU KPK yang isinya dinilai melemahkan kinerja dari KPK yang semula hukuman koruptor minimal 4 tahun penjara diturunkan menjadi 2 tahun penjara. Dalam hal ini Dr. Wahidullah menilai bahwa pasal tersebut tidak singkron dengan UU Tipikor yang sudah berlaku.
Setelah dibuka dengan sebagian dari pasal-pasal kotroversial kemudian dilanjutkan kepada dekan Fakultas Syariah dan Hukum Ibu Mayadina Rohmi musfiroh, S.H.I., M.A. beliau mengawali sesinya dengan memancing pendapat-pendapat dari mahasiswa terkait dengan situasi negara saat ini. Sebagian mahasiswa ditunjuk untuk mengeluarkan argumenya dan salah satu dari mereka berargumen bahwa mereka merasa terganggu dan gelisah dengan situasi sekarang ini karena dinilai anggota dewan tidak pro dengan rakyat bahkan cenderung mengabaikan kepentingan rakyat. Ibu Dekan membahas tentang RUU KUHP berpesan kepada mahasiswa ketika kita melakukan aksi hendaknya kita mempunyai pijakan dan dasar yang kuat terhadap apa yg kita lakukan. Beliau juga menyebutkan beberapa argumennya berdasarkan sumber penelitian mengenai pasal-pasal kontroversial yang sedang ramai diperdebatkan oleh khalayak.
Diskusi sore itu semakin diperseru oleh pemantik ketiga Ibu Amrina Rosyada, M.H. yang mengajak mahasiswa untuk menyampaikan segala aspirasinya berdasarkan intelektualitas dimana mereka berpijak. Dalam forum ini mahasiswa juga diajak untuk memaknai setiap kajian teks rancangan undang-undang mulai dari setiap kata yang tersusun di dalamnya.
 “RUU hadir itu sudah merupakan korban. Kita sebagai mahasiswa yang merupakan Agent of sosial change mau ikut jadi korban, mengawasi jatuhnya korban, atau jadi penyelamat.” Ucap Dr. Wahidullah dalam closing statemen forum diskusi tersebut untuk memantik mahasiswa dalam menyampaikan sikapnya. ( LPM BURSA)

Comments

Popular posts from this blog

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus