Skip to main content

Bedah Buku Tentang Kajian Kritis Pemikiran Imam Syafi’i

Bedah Buku Tentang Kajian Kritis Pemikiran Imam Syafi’i

Jepara (19/5)- fakultas Syariah dna Hukum mengadakan acara bedah bukuyang ditulis oelh dosen fakultas Syariah yaitu bapak Husni Arafat, Lc., M.S.i. buku yang berjudul Epistimologi Tafsir Klasik tentang kajian kritis pemikiran Sunnah Imam Syafi’i. Acara bedah buku ini dilaksanakan di gedung hijau lantai tiga UNISNU Jepara. Selain penulis, juga dihadirkan pembedah buku yaitu bapak rektor, Sa’dullah As-Sa’idi, M.A. 

Selain mahasiswa, juga banyak yang menghadiri bedah buku tersebut di antaranya para dosen, dan perwakilan dari PA dan KUA. Dekan fakultas Syariah menyambut baik kegiatan bedah buku ini. dalam sambutannya beliau menyatakan bahwa ini merupakan upaya untuk merealisasikan visi-misi fakultas Syariah dan Hukum. Yaitu untuk membentuk insan yang cendekia dan berakhlaqul karimah. Beliau juga menyatakan bahwa fakultas Syariah merupakan kawah candradimuka untuk menghasilkan mahasiswa yang unggul. Sehingga perlu melakukan perubahan-perubahan karena fakultas Syariah dituntut untuk setara dengan fakultas-fakultas Hukum lainnya. 

Sebagai penulis yang menulis buku tersebut, bapak Husni menjelaskan sedikit tentang isi buku. Beliau menjelaskan tentang sejarah singkat Imam Syafi’i hingga akhirnya bisa menjadi Imam yang  terkenal dan menghasilkan karya yang luar biasa. Menurut beliau ada lima hal yang digunakan oleh Imam Syaifi’i untuk mengambil hukum dari Al-Quran dan sunnah. Sebagai tokoh fiqih imam Syafi’i termasuk ulama yang mempelopori untuk menggunakan akal dalam menafsirkan hukum-hukum yang ada di Al-Qur’an dan Hadits. Hal ini tidak mengherankan karena Imam Syafi’i merupakan murid dari Imam Maliki. 

Beliau juga dikenal sebagai peletak dasar qiyas. Dalam menjelaskan hukumnya beliau menggunakan bahasa filsafat logika dengan menggunakan premis-premis.  Premis-premis itu di antaranya yaitu Allah memerintahkan hamba-Nya untuk mengikuti wahyunya. Kemudian Allah juga memerintahkan umat manusia untuk menaati Rasul-Nya.  Kemudian Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk menyampaikan risalah-Nya. Premis-premis inilah yang dikaji oleh Imam Syafi’i untuk menggali hukum-hukum yang ada dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. 

Kemudian bapak rektor sebagai pembedah buku menyatkaan bahwa untuk membentuk sebuah ilmu pengetahuan diperlukan dua unsur dasar yaitu rasionalitas dan empiri. Rasionalitas merupakan kemampuan mengabstraksikan sebuah fakta kemudian membentuknya menjadi sebuah konsep. Sedangkan empiri merupakan fakta atau kejadian yang dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. Keduanya inilah yang diguanakan Imam Syafi’i untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. 

Beliau menjelaskan tentang ilmu filsafat mulai dari zaman Ar-Rabi, Ibnu Sinna Imam Ghazali hingga ke zamn kebangkitan Barat atau zaman Rennaissance. Beliau menjelaskan jika sebelumnya sunnah nabi tidak dianggap sebagai sunnah Nabi tetapi sunnah masyarakat. Beliau juga menjelaskan jika Imam Syafi’i merupakan imam yang moderat yaitu berada di tengah- tengah atau tidak radikal. 

Comments

Popular posts from this blog

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus