Skip to main content

FKJ Gelar Pemilihan Duta GenRe Jepara

salah satu peserta sedang menampilkan bakatnya dalam pemilihan duta GenRe di ruang microteaching lantai 3 UNISNU Jepara, Rabu (5/4) kemarin.

UNISNU (5/4) – Forum Kajian Jender (FKJ) PMII menyelenggarakan pemilihan duta generasi berencana (GenRe) 2017 di ruang microteaching lantai 3 gedung hijau UNISNU Jepara. Pemilihan duta genRe ini diikuti oleh 15 peserta yang terdiri dari 9 peserta perempuan dan 6 peserta laki-laki. Semua peserta ini merupakan mahasiswa dan mahasiswi UNISNU Jepara yang memenuhi persyaratan. Di antaranya yaitu berusia 16-22 tahun, bebas dari NAPZA dan mempunyai kemampuan public speaking yang baik. 

Ada beberapa aspek yang dinilali oleh dewan juri yaitu substansi materi, performance dan minat bakat. Ada tujuh materi yang diberikan oleh dewan juri yaitu Pencegahan HIV, pencegahan NAPZA, Peran PIK (Pusat Informasi Konseling) bagi remaja, 8 Fungsi Keluarga, Penurunan Angka ASFR (Age Specific Fertility Rate), Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) dan pentingnya life skill bagi remaja. Sedangkan yang menjadi dewan juri untuk menilai peserta ini terdiri dari berbagai latar belakang. Yaitu   Agus Wijayanto dari DP3AP2KB (Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana), Hatu Dian Yulistianti dari Dosen UNISNU Jepara, Rani Permatasari seorang aktivis remaja.

Selain peserta dan dewan juri, pemilihan duta genre ini juga dihadiri oleh duta genre 2016 yaitu Siti Humidah Aryani dan M. Badruddin. Sebelum pemilihan duta genre dimulai, duta genre 2016 ini menyampaikan bahwa peserta yang terpilih ini bisa menjadi contoh bagi para remaja lain. 

 “ Besar harapan dengan terpilihnya Duta GenRe mampu menjadi figur/ teladan bagi teman sebayanya serta mampu mempromosikan program GenRe di masyarakat agar tercipta remaja-remaja Indonesia memiliki perencanaan yang mapan baik dari segi pendidikan, karir dan pernikahan” tutur Siti Humaidah Ariyani.

Para peserta diberikan waktu untuk memberikan penyuluhan dan setelah itu mereka diberikan pertanyaan oleh dewan juri. Setelah itu mereka diberi kesempatan untuk menampilkan bakat mereka. Dari 15 peserta itu kemudian dipilih 6 peserta terbaik yang terdiri dari 3 laki-laki dan perempuan. Untuk Juara 1 putri yaitu Febby Cynitia dari semester 2 PBI, Juara 2 Riski Hardiyanti dari semester 4 PBI dan juara 3 Rifka Anjayani Alfa dar 6 PBI. Sedangkan untuk laki-laki yang menjadi juara 1 yaitu M. Afrizal Malna dari 2 Akuntansi, juara 2 Muhammad Irham semester 2 PAI, juara 3 Muhammad Zainur Rofiq semester 2 PAI.

Untuk juara 1 laki-laki dan perempuan ini akan mewakili Jepara di tingkat provinsi yang akan diadakan bulan Juli nanti. Peserta yang terpilih ini juga akan diberi bimbingan sebelum mengikuti pemilihan di tingkat provinsi. (Sri Pujiati/ LPM BURSA).



Comments

Popular posts from this blog

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus