Skip to main content

Menulis Peluang Bisnis


bapak Kartika Catur Pelita sedang memberikan penjelasan mengenai peluang bisnis dari menulis di gedung FEB lantai 3 Sabtu (18/3)

Sabtu (18/3) – LPM Ekonomika FEB mengadakan seminar jurnalistik dengan tema “Let’s Do Business by Writing” yang diadakan di lantai gedung tiga gedung FEB UNSINU Jepara. Seminar ini dilaksanakan sejak pukul 09.00 dengan M. Zainal Abidin dan Kartika Catur Pelita sebagai narasumber. Kedua narasumber ini merupakan orang yang sudah memiliki kualitas di bidang kepenulisan. Bapak M. Zainal Abidin misalnya, beliau adalah wartawan Jawa Pos Radar Kudus dan Kepala Biro Jepara. Sedangkan bapak Kartika Catur Pelita merupakan seorang penulis novel dan cerpen. Karya-karya beliau sudah banyak yang diterbitkan oleh media cetak atau koran. Beliau juga aktif di komunitas AMJ (Akademi Menulis Jepara) yang beliau rintis beberapa tahun ini. 

Seminar jurnalistik ini tidak hanya diikuti oleh para mahasiswa fakultas Ekonomi saja tetapi fakultas lain seperti fakultas Syariah, Tarbiyah dan Saintek. Para peserta terlihat antusias mengikuti seminar tersebut karena para narasumber menyampaikan dengan bahasa yang jelas komunikatif sehingga para peserta bisa mudah mnegikuti dan memahami. 

Bapak Zainal Abidin menjelaskan lembaga pers dapat dijadikan bisnis baik itu melalui media online maupun media konvensional. Banyak sekali media-media online yang bermunculan karena aksesnya yang cepat dan mudah. Namun media online juga memiliki kelemahan yaitu jika kita tidak mampu mengelola media dengan baik maka media tersebut akan ditinggalkan oleh pembacanya. Sedangkan jumlah pembaca itu sangat memengaruhi jumlah pemasang iklan yang ada di media kita. 

Beliau menjelaskan bahwa pers itu tidak hanya sebagai sarana pemberi informasi atau hiburan semata tetapi juga memiliki fungsi ekonomi. Di mana setiap lembaga atau perusahaan pers harus mampu mengelola perputaran ekonomi yang ada di lembaga tersebut agar mampu menggaji karyawan atau wartawan di lembaga tersebut. Pers yang bergerak dalam bisnis harus mengikuti asas bisnis media yaitu mampu menjaga kualitas berita, foto dan tampilan. Karena hal ini sangat memengaruhi jumlah pembaca di media. Dan jumlah pembaca tersebut sangat memengaruhi jumlah pemasang iklan di media. Oleh karena itu, media harus selalu up to date terhadap perkembangan informasi yang ada di masyarakat. 

Sedangkan bapak Kartika Catur Pelita, menyatakan bahwa menulis dapat dijadikan peluang untuk berbisnis. Peluang bisnis dari menulis itu misalnya, menjadi penulis blog seperti Trinity Bog yang mampu menulis buku the Naked Traveller yang sekarang difilmkan, penulis skenario seperti Hanung Bramantyo, penulis naskah iklan dna masih banyak lagi bisnis yang bisa kita lakukan dari menulis. 

Sebagai seseorang yang menjadikan penulis sebagai profesi, maka beliau harus profesional di mana setiap hari beliau harus menulis. Menurut beliau ornag yang menulis merupakan ornag yang pintar. Dia juga mnegutip pendapat Pramoedya Ananta Tur yang menyebutkan bahwa menulis merupakan pekerjaan yang abadi karena karyanya akan selalu dikenang sepanjang masa. Sebagai seorang penulis, beliau bercerita bahwa untuk menjadi penulis seperti beliau sekarang banyak hal yang harus dilalui dan itu tidak mudah. Butuh perjuangan dan ketekunan yang tinggi. 




Comments

Popular posts from this blog

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus