Skip to main content

Syaiful Effendi Bangkitkan Semangat Anak Muda Jepara

Syaiful Effendi saat menyapa para peserta di gedung wanita Jepara Minggu, (26/2)


Minggu (26/2) – Para pemuda yang terdiri dari para siswa-siswa dan juga mahasiswa mengikuti kegiatan seminar yang bertemakan “Saatnya Sukses di Se-Muda Mungkin” di Gedung Wanita Jepara. Seminar motivsi nasional enterpreneur ini merupakan seminar kerjasama natara BEM UNISNU dan IEC (Indonesia Enterprenership Club). Seminar ini bertujuan bagaimana cara mendapat nilai A di setiap aspek kehidupan untuk sukses semuda mungkin.

Ketua panitia menyatakan bahwa diharapkan nanti para peserta yang kebanyakan merupakan para siswa SMA ini bisa fokus belajar. Hal senada juga diungkapkan oleh ketua BEM UNISNU, Bagus Budiawan. Beliau menambahkan seminar kali ini mampu mengubah mindset kita sehingga cara berpikir kia bisa maju. Harapannya nanti para peserta dapat mengikuti kegiatan seminar ini dengan maksimal. Selain itu, juga diharapkan seminar ini bisa menjadi suatu kegiatan yang membawa kebaikan dapat membawa kebaikan. 

Sedangkan bapak Suliyono sangat mengapresiasi seminar yang diadakan oleh BEM UNISNU ini dan berharap mampu membawa manfaat dan memotivasi peserta untuk menempuh pendidikan dna memperoleh ilmu yang bermanfaat. Seminar semacam ini, menurut beliau sangat penting karena melihat permasalahan remaja yang semakin kompleks. Di mana sekarang terjadi degradasi moral di kalangan remaja, di antaranya menurunnya kepedulian sosial di antara sesama.beliau juga memberikan sedikit tips untuk menjadi seorang enterpreneur yaitu harus berani mengambil resiko, cepat mengambil keputusan, berusaha untuk menciptakan pekerjaan sendiri dan menjadi pemuda yang berkarakter. 

Syafii Effendi yang merupakan pembicara termuda nomor satu di Indonesia ini menyapa para peserta dengan semangat. Beliau mengajak peserta untuk mampu mengembangkan diri dan berproses mulai dari sekarang. Karena ada dua pilihan yaitu sadar dan berubah sekarang atau menunggu sesuatu untuk berubah. 

Beliau yang juga seorang penulis buku ini, memberikan sembilan tips untuk berubah diri kita menjadi lebih baik. Pertama yaitu memiliki tujuan (goals), fokus perbaiki (input), belajar dari yang terbaik, bekerjasama dengan yang terbaik, komitmen, persisten (istiqomah), memiliki alasan sangat kuat (pain and pleasure principal), melakukan (action) dan change. Dari kesembilan tips tersebut yang paling penting adalah action, karena sekeran apapun tips yang diberikan jika tidak ada action maka itu akan percuma. Jadi beliau selalu meminta kepada peserta untuk melakukan dan melakukan. 

Penyampaian yang tidak monoton membuat acara seminar ini berlangsung menyenangkan dan meriah. Beliau menjelaskan jika angka pengangguran semakin tinggi dan mereka merupakan para orang-orang yang berpendidikan. Untuk itu beliau mengajak kepada para peserta untuk tidak hanya mengandalkan selembar ijasah kelulusan karena hal itu percuma. 

“Menjadi sukses di usia muda bukanlah hal yang mustahil, kuncinya adalah tidak pacaran” tambah beliau yang masih berusia 25 tahun ini. (Sri Pujiati)

Comments

Popular posts from this blog

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus