Skip to main content

Para Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum Ikuti Pembekalan KKL

bu Mayadina sedang memberikan pesan dan pengarahan kepada mahasiswa fakultas Syariah saat pembekalan KKL di ruang 1A ( Jumat, 3/2)

 
Jum’at (3/2) para mahasiswa fakultas Syariah dan Hukum mengikuti pembekalan yang diadakan oleh fakultas. Pembekalan ini dilakukan di ruang 1A Gedung Hijau UNISNU Jepara. Pembekalan ini diisi oleh para dosen dari fakultas Syariah yaitu bu Mayadina yang juga menjabat sebagai dekan fakultas Syariah, pak Hudi sebagai wakil dekan fakultas Syariah, pak Husni sebagai ketua Prodi Al-Ahwal Asy-Syakhsiyah dan pak Nur Kholis. Tidak hanya mahasiswa reguler 1 tetapi juga mahasiswa reguler 2 yang mengikuti pembekalan KKL ini. 

Sebagai dekan fakultas Syariah bu Mayadina menyampaikan bahwa kegiatan KKl ini dilakukan untuk mengunjungi tempat yang sesuai dengan kompetensi mahasiswa fakultaas Syariah yaitu dengan mengunjungi Pengadilan Tinggi Agama Yogyakarta. Sebelumnya mahasiswa fakultas Syariah yaitu mahasiswa semester dulu juga pernah melakukan kunjungan serupa seperti mengunjungi PTA Surabaya, PTA Semarang dan MK. 

“Setiap PTA memilki ciri khas atau keunikan-keunikan tersendiri sehingga nanti saya harapkan kunjungan nanti para mahasiswa bisa mengkaji keunikan-keunikan tersebut” tambah beliau. Selain itu juga beliau berharp para peserta KKL bisa mengikuti kegiatan tersebut secara utuh dan penuh tanggung jawab. Tidak hanya itu beliau juga menambahkan agar para mahasiswa bisa menjaga sopan santun, etika dan juga menjaga nama baik almamater. Beliau juga menyampaikan jika sebagai peserta KKL memiliki hak dan kewajiban yang harus ditaati. Karena jika kewajiban-kewajiban tersebut dilanggar maka peserta KKl akan mendapat sanksi. 

Sedangkan pak Husni memberikan materi tentang  struktur KKL (Kuliah Kerja Lapangan) yang terdiri dari peserta, dosen pembimbing lapangan, organisasi pelaksana dan mitra kerjasama. Untuk peserta KKL yaitu mahasiswa fakultas Syariah dan Hukum semster V baik itu reguler satu maupun dua. Peserta ini akan dibagi menjadi beberapa kelompok dengan setiap kelompok didaampingi oleh dosen pembimbing lapangan. Untuk tahun ini peserta kelompok dibagi menjadi empat kelompok. Untuk organisasi pelaksana ini merupakan panitia pelaksana untuk memperlancar kegiatan KKL ini.

Untuk sistematika penulisan laporan disampaikan oleh bapak Nur Kholis. beliau menjelaskan tentang sistematika penulisan yang sudah ada di buku panduan. Beliau menjelaskan secara rinci mengenai hal apa saja yang harus diketahui selama di sana dan juga data apa saja yang diperlukan untuk membuat laporan. Beliau juga mengingatkan kepada para peserta KKL untuk membuka website PTA Yogyakarta sebagai bahan acuan untuk membuat pertanyaan di sana. 

Setelah pemberian materi selesai, para mahasiswa diberikan waktu untuk berdiskusi dengan kelompok dan dosen pembimbing lapangan setiap kelompok. Hal ini bertujuan untuk membentuk struktur tiap kelompok dan rencana yang akan dilakukan saat ada di sana. Setiap dosen pendamping memberi penjelasan tentang apa saja yang perlu dipersiapka dan dilakukan saat melakukan observasi di PTA Yogyakarta (Sri Pujiati).

Comments

Popular posts from this blog

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus