Skip to main content

Dalami Materi Mahasiswa Kunjungi Pengadilan Negeri


Para mahasiswa fakultas Syariah dan Hukum semester 5 melakukan kunjungan ke pengadilan negeri Kamis, (5/1) kemarin. Kunjungan ini dilakukan untuk observasi secara langsung proses beracara di pengadilan negeri. Para mahasiswa yang berasal dari Prodi Al-Ahwal Asy-Syakhsiyah ini melakukan kunjungan untuk memperdalam materi mata kuliah hukum acara Pidana. Dalam kunjungan ini, para mahasiswa juga didampingi dosen mata kuliah yaitu ibu Hindun. Beliau menyatakan jika kunjungan ini sebagai bentuk pendalaman materi dan juga sebagai bentuk penerapan dari materi yang telah didapat selama satu semester ini. 

Sedangkan dari pihak pegadilan negeri yang diwakili oleh bapak Bayu selaku Humas di pengadilan negeri mengaku sangat senang mendapat kunjungan dari mahsiswa fakultas Syariah dan Hukum. Hal ini meruakan sebagai bentuk silaturrahim dan beliau juga menegaskan jika kunjungan seperti ini memang perlu dilakukan untuk bisa benar-benar memperdalam materi yang telah diterima selama ini. “Dulu saya tidak pernah melakukan kunjungan seperti ini saat kuliah sehingga kalian beruntung bisa melakukan kunjungan ke pengadilan negeri” ungkapnya saat menyambut para mahasiswa. Selain memberi sambutan beliau juga memberikan motivasi dan pengalaman selama bekerja di pengadilan negeri.

Para mahasiswa berkesempatan untuk melihat sidang yang akan berlangsung pada hari itu. Pada hari itu ada tiga sidang yang akan dilaksanakan yaitu dua tindak perdata dan satu tindak pidana. Para mahasiswa terlihat antusias saat masuk ke dalam ruang sidang. Meski harus menunggu cukup lama namun mahasiswa merasa senang bisa melihat persidnagan secara langsung. Para hakim pun memberikan penjelasan tentang bagaimana beracara di pengadilan negeri tersebut sehingga mahasiswa bisa menambah wawasan yang diterima. 

Kasus perdata yang ditangani pada sidang pagi itu adalah tentang sengketa tanah antara pemkab dan seorang warga. Dalam sidang tersebut terdapat tiga hukum yang memimpin sidnag tersebut. Sidnag yang berlangsung sangat singkat ini, hanya beragendakan memberi jawaban. Setelah itu dilanjutkan sidagn tindak pidana ringan yaitu tindak pidana penganiayaan ringan yang dialami oleh warga Jlegong. Pada sidang ini hanya dipimpin oleh satu orang hakim saja. Di sela-sela persidangan hakim memberikan penjelasan tentang hal-hal yang berkaitan dengan hukum acara pidana. Sedangkan mahasiswa antusias mendengar penjelasna dari hakim tersebut

Comments

Popular posts from this blog

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus