Skip to main content

Tingkatkan Jiwa Cinta Alam dengan Penanaman Pohon dan Donor Darah


para peserta dan anggota Resimen Mahasiswa (Menwa) sedang menanam pohon di sekitar jalan di desa Batealit Minggu, 18 Desember 2016

Jepara- Minggu (18/12) kegiatan bakti sosial dilaksanakan di desa Batealit dukuh Sengon dilaksanakan. bakti sosial kali ini diisi dnegan penanaman pohon trembesi di sekitar jalan dan juga donor darah. penanaman pohon yang dilakukan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap alam dan untuk menumbuhkan semangat bela negara dalam bentuk bakti sosial. Para mahasiswa begitu antusia mengikuti kegiatan bakti sosial tersbut. 
Menurut kepala desa Batealit, bapak Ali Asikin mengungkapkan bahwa kegaitan ini snagat positif sekali untuk penghijauan. "Penanaman pohon sangat bermanfaat sekali karena selain membuat udara sejukpohon juga bisa menjadi tempat cadangan air sehingga saat musim kemarau nanti tidak terjadi kekeringan" tuturnya. Beliau juga berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan untuk bisa menjaga kelestarian lingkungan. 

Selain menanam pohon trembesi kegiatan yang dilaksanakan UKM Resimen Mahasiswa UNISNU Jepara ini juga membaggikan bibit pohon secara gratis kepada masyarakat desa Batealit. ada sekitar 2750 bibit pohon yang dibagikan yang terdiri dari 1500 pohon sengon laut, 500 pohon trembesi, 250 pohon durian, 250 pohon pete, dan 250 pohon rambutan. Semua pohon tersebut diberikan kepada perangkat desa dan selanjutnya nanti akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat. 

Dalam bakti sosial ini juga dilakukan aksi donor darah dengan mendatangkan PMI (Palang Merah Indonesia). Kerja sama dengan PMI ini bukan yan pertama kali dilakukan namun sudah bebrapa kali dilakukan oleh Menwa. Menurut petugas donor darah dari PMI sendiri tidak ada target berapa pun namun yang penting adalah keikhlasan dari peserta donor darah. banyak para siswa yang merasa takut untuk donor darah karena ini merupakan yang pertama kalinya bagi mereka. Namun banyak juga yang berani untuk ikut donor darah. 

Menurut komandan Menwa Arif Rahman Hakim kegiatan bakti sosial ini merupakan upaya meningkatkan jiwa bela negara melaui penanaman pohon dan juga donor darah. Kegiatan merupakan salah satu bentuk dari kepedaulian terhdap masyarakat dan lingkungan sekitar. Kegiatan ini juga upaya untuk memperkenalkan UNISNU kepada masyarakat sehingga msyarakat bisa lebih mengenalnya.

Salah satu peserta yang bernama Rohibin dari SMK Al Haromain mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Meskipun ada hal yang tidak menyenangkna namun dia mengikuti kegiatan tersebut dan tetap menikmatinya. Dia juga mengungkapkan bahwa dia tidak mengikuti donor darah karena takut dan belum memenuhi persyaratan karena berat badannya yang hanya 39 kg. 

Kegiatan bakti sosial ini memang selalu dilakukan di desa Batealit karena ini memang sudah menjadi tradisi dari komandan-komandan Menwa yang terdahulu. Hal ini diutarakan oleh Komandan Menwa yaitu Arif Rahman Hakim. Dia mengaku jika itu merupakan tradisi dan tidak bisa diubah. Sehingga pelaksaan bakti sosial selalu diadakan di desa Mindahan tersebut (R/S/Sri Pujiati).


Comments

Popular posts from this blog

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus