Skip to main content

Perangi Korupsi Mulai Dari Diri Sendiri

Perangi Korupsi Mulai Dari Diri Sendiri

Hari antikorupsi ditetapkan oleh PBB sejak tanggal 31 Oktober dan memutuskan bahwa tanggal 9 Desember diperingati sebagai hari antikorupsi sedunia. Keputusan ini diamksudkan untuk membangkitkan kesadaran serta kewaspadaan kita terhadap maraknya korupsi, dan juga peranan Konvensi PBB dalam melawan korupsi, baik memeranginya maupun melakukan pencegahan terhadap korupsi.
Bahkan sidang pada waktu itu, mendesak semua organisasi-organisasi regional yang kompeten menyangkut integrasi ekonomi untuk menandatangani dan mensahkan Konvensi PBB melawan korupsi yaitu membentuk UNCAC (United Nation Convention Against Corruption). Organisasi ini dibentuk dengan tujuan untuk menjamin kecepatan proses perlawanan terhadap korupsi. Konvensi anti-korupsi PBB ini sepakati oleh 133 negara. UNCAC merupakan instrumen antikorupsi pertama yang memberikan kesempatan bagi adanya suatu respon global terhadap korupsi. 

Konvensi ini dimaksudkan untuk memerangi tindak korupsi yang dianggap sudah merajalela di mana-mana. Sejak konvensi itulah, pada tanggal 9 Desember ditetapkan dan diperingati sebagai hari Antikorupsi Sedunia. Di berbagai negara hari antikorupsi diperingati dengan berbagai kegiatan yaitu mulai dari aksi turun jalan, seminar diskusi, pentas seni ataupun dengan kegiatan lainnya. 

Peringatan hari antikorupsi dari tahun ke tahun semakin melibatkan banyak pihak. Hal ini dikarenakan dampak korupsi sangat besar bagi kehidupan masyarakat. Bahkan praktik korupsi semakin bertambah dari tahun ke tahun. Padahal sanksi sudah diberikan kepada para pelaku tindak pidana korupsi. Namun pelaku tindak pidana korupsi seolah tidak pernah jera dengan hukuman yang telah diberikan. Tindak pidana korupsi tidak hanya terjadi di tingkat pusat namun sudah menjalar hingga ke daerah-daerah. Hal ini menunjukkan bahwa moral pejabat masih kurang. 

Berbagai modus korupsi pun semakin berkembang bahkan sepertinya sudah tidak asing lagi dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Misalnya terkadang msyarakat dipaksa untuk melakukan korupsi untuk mendapat haknya. Terkadang hanya untuk mendapatkan surat keterangan ataupaun surat-surat lainnya, masyarakat dipaksa untuk membayar lebih, apalagi jika ingin urusan tersebut cepat selesai. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat tentang antikorupsi masih kurang. 

Masyarakat menganggap jika hal-hal kecil tersebut bukanlah termasuk dalam tindakan korupsi. Anggapan masyarakat banyak korupsi adalah menggunakan uang rakyat utnuk kepentingan pribadi yang dilakukan oleh para pejabat negeri ini. Padahal korupsi yang besar berawal dari hal-hal kecil yang terjadi di masyarakat. Untuk itu mari kita perbaiki kebiasaan di masyarakat agar mata rantai korupsi bisa kita putus. Awali kebiasaan dari diri sendiri dan tularkan kepada orang-orang yang ada di sekitar kita. Kita juga harus menghilangkan kebiasaan masyarakat yang selalu ingin mendapatkan apapun denga cepat dan instan tanpa mau melalui proses. Sejatinya kita harus berusaha untuk mendapatkan yang kita inginkan. Karena semuanya butuh proses dan tidak ada yang instan (Sri Pujiati).

Comments

Popular posts from this blog

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus